Bacalon Mulai Tes Kesehatan, Jimmy Minta Taati Syarat dan Protokol COVID-19

Bagikan ke :

manadosiana.net, MANADO – Bakal Calon (Bacalon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, Wakil Walikota yang secara resmi telah mendaftarkan diri mengikut Pilkada Serentak 2020, Senin (7/9/2020), mulai melakukan tes kesehatan.

Tes kesehatan tersebut sesuai tahapan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020, yang dilalsanakan 7 sampai 11 September.

“KPU Sulut maupun KPU di tujuh Kaupaten dan kota di sulawesi utara yang melaksanakan Pilkada serentak 2020 memulai tahapan pemeriksaan kesehatan,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara, Salman Saelangi.

Tempat pelaksanaan tes kesehatan para Bacalon adalah di Prof Dr RD Kandou. Ditetapkan Rumah Sakit tersebut, Salman bilang sudah sesuai keputuskan dalam Rakor yang sudah dilaksanakan sebelum tahanpan tes kesehatan.

“Dan sudah berkoordinasi dengan IDI, BNN dan HIMPSI kemudian memutuskan Rumah Sakit yang dianggap memadai dan mampu melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Bacalon yang telah mendaftar di proses pendaftaran,” tuturnya.

Saat ditanya, berapa jumlah pasangan Bacalon Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati di tuju Kabupaten/Kota, Salman menuturkan bahwa KPU Sulawesi Utara masih menunggu laporan kumulatif dari tujuh KPU Kabupaten Kota.

“Namun, untuk KPU Sulawesi Utara yang pasti ada tiga Bacalon yang diterima pendaftarannya dan tentunya telah lengkap syarat pencalonannya dan memenuhi syarat terhadap syarat pencalonannya dan kemudian diterima, dan ada. Lengkap terhadap sayarat pencalonannya,” ungkpanya.

Terpisah, Direktur RSUP Prof Dr RD Kandou, dr Jimmy Panelewen saat ditemui, mengatakan di hari pertama, ada 47 dari 48 Bacalon yang mengikuti tes Narkoba dan wawancara Psikiatris.

“Dihari pertama tes kesehatan itu dilaksanakan di Aula Lantai II RSUP Prof Dr RD Kandou. Hari pertama tes narkoba dan wawancara psikiatris. Ada 47 dari 48 yang hadir pada hari pertama tes kesehatan. Yang dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, yang belum datang,” ucap Jimmy.

 

Di hari kedua tes kesehatan, dia bilang, para Bacalon akan melaksanakan pemeriksaan Jasmani dan akan dibagi dua kelompok. Untuk Kelompok pertama, kata dia akan dilaksanakan, Selasa (8/9). Kelompok kedua, Rabu (9/9). Kemudian, pada Kamis (10/9) dilanjutkan dengan tes Psikologi.

“Jumat (11/9) itu hasil tesnya akan di pleno pada siang hari. Prof penanggung jawab pada tes kesehatan adalah Prof Linda Rotty,” ucapnya.

Jimmy menegaskan, pada tes kesehatan Jasmani ini semuanya krusial dan tidak ada yang dominan. Nantinya, lanjutnya, semua Bacalon yang ikut tes kesehatan akan dilakukan penilaian, kemudian hasilnya berdasarkan pleno, bukan keputusan personal tapi tim.

Sehingga memang hasilnya pun itu akan dipertanggungjawabkan oleh tim.
Adapun Tim yang dibentuk tersebut adalah mereka yang reputasi yang bagus dan berdasarkan juga dengan poin-poin yang dinilai serta disesuaikan dengan keahlian.

“Contohnya bedah. Bedah itu ada tiga . Bedah umum, kemudian bedah Orologi, itu untuk ginjal dan saluran kemih, kemudian bedah Ortopedi, tulang dan saraf,” katanya.

Saat ditanya, apaila ada Bacalon yang tidak direkomendasikan berbadan sehat dalam tes tersebut. Jimmy menuturkan, nantinya berdasarkan pemeriksaan penunjang lainnya yang akan diplenokan.

“Keputusan itu sifatnya final. Tidak bisa diperbandingkan. Jadi, tidak ada, misalnya ada kandidat membawa dokumen hasil pemeriksaan di salah satu rumah sakit atau dokter di singapura . itu tidak bisa diperbandingkan,” ujarnya.

Dia berharap semua Bacalon yang ikut dalam tes kesehatan untuk bekerjsama membantu tim kesehatan agar prosesnya berjalan lancar.

“Dalam pengertian bahwa, syarat-syarat yang ditetapkan oleh KPU dipatuhi. Kemudian, apa juga yang menjadi syarat dari tim kesehatan termasuk protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 tolong diikuti,” ujarnya lagi.

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *