BP2MI RI MOU dengan HBL Foundation: Ini Merupakan Suatu Kehormatan yang Luar Biasa

MINAHASA RAYA, NEWS63 Dilihat

Manadosiana.net, MINAHASA – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Hillary Brigita Lasut (HBL) Foundation. Kegiatan itu untuk mencari calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan dikirim untuk dipekerjakan di luar negeri seperrti di Jepang dan Korea Selatan.

Kegiatan yang dihadiri oleh para milenial ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan itu juga dihadiri langsung Anggota DPD-RI, Stefanus BAN Liow serta Kepala BP2MI di wilayah Sulawesi Utara.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan ini adalah tren baru dimana sebelumnya di era kepemimpinan dulu belum ada MOU BP2MI dengan Pemerintah Daerah.

Dijelaskan Benny, ada lima skema dalam penempatan PMI ke luar negeri diataranya, yang pertama adalah Goverment to Goverment atau G to G, kemudian Goverment to Privat (G to T), Private to  Private (P to P), keempat, kata Benny adalah untuk kepentingan perusahan sendiri (UKPS). Dijelaskannya, untuk UKPS, Benny mencontohkan semisalnya perusahan BUMN yang mempunyai proyek di negara lain, kemudian BUMN itu harus mengirimkan para pekerjanya dimana proyek itu dilaksanakan.

Anggota DPD-RI, Stafanus BAN Liow, Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Kepala HBL Foundation Hillary Brigitta Lasut dan Wakil Bupati Kepulauan Talaud Moktar Arunde Parapaga foto bersama pada kegiatan MOU.(Foto: Febry Kodongan).

“Dan kelima  adalah skema mandiri, dimana setiap warga negara punya hak untuk bekerja di luar negeri, dia (pekerja) mencari informasi melalui internet kemudian dia melakukan pendaftaran sendiri malalui internet, kemudian dia menadatangani perjanjian kerja dengan pihak yang akan mempekerjakannya, dan dia bisa mendaftar sendiri walaupun nama-nama calon pekerja dengan semua skema tersebut wajib untuk didaftarkan di BP2MI” kata Benny.

Dari data statistik yang di laporkan Kepala BP2MI Sulawesi Utara Hendra Makalalag, menurut Benny adalah sesuatu yang unik, karena katanya, Masyarakat Sulawesi Utara merupakan pekerja tangguh dan petarung. Hal itu disampaikannya sesuai fakta yang ada bahwa banyak orang Sulawesi Utara yang bekerja di luar negeri.

“Unik karena kalau melihat catatn lima tahun terkahir, warga sulawesi utara yang bekera di negara-negara tetangga ada kurang lebih ada 1.966 PMI yang tercatat,” katanya.

Dari 1.966 PMI itu, lanjut Benny menjelaskan bahwa Kabupaten tertinggi penyumbang PMI adalah Minahasa sebanyak 496 PMI, disusul Kota Manado sebanyak 362 PMI, kemudian Kota Bitung 344 PMI.

“Dan kota tomohon berada di urutan keempat dengan 95 PMI,” katanya.

Dirinya meyakini angka PMI yang tidak tercatat atau unprosedural itu jumlahnya tiga sampai empat kali lipat banyaknya. Hal itulah yang menurutnya menjadi tugas dari BP2MI dan Pemerintah untuk membangun kesadaran pada setiap warga bahwa bekerja ke luar negeri adalah hak setiap warga negara, dan Pemerintah memiliki kewajiban untuk membangun kesadaran bagi warga penting untuk calon PMI dicatat oleh Negara,.

“Karena disitulah fungsi perlindungan negara berjalan,” katanya.

Kepala BP2MI RIU Benny Rhamdani pada saat kegiatan MOU. (Foto: Febry Kodongan).

Dirinya berharap Kabupaten dan Kota lain akan segera menyusul untuk melakukan MOU dengan BP2MI terkait hal ini.

“Semoga Kabupaten lain akan menyusul menangkap peluang yang sangat besar yang tentu sesuai Undang-Undang yang memberikan mandat kepada BP2MI terkait penempatan PMI di hampir 200 negara di dunia,” katanya.

Sementara, Ketua HBL Foundation, Hillary Brigitta Lasut (HBL) mengatakan, dirinya sangat antusias menyambut kerja sama ini. Kata Anggota DPR RI termuda ini menyampaikan bahwa hal ini merupakan berita gembira, karena menurutnya, ini adalah pertama kali dalam sejarah BP2MI bekerja sama dengan Yayasan untuk seleksi dan pelatihan calon pekerja mkigran Indonesia (PMI), dan khusus untuk Sulawesi Utara akhirnya HBL Foundation diberi kesempatan bekerja sama dengan BP2MI untuk mendukung program persiapan calon PMI produktif dalam seleksi dan pelatihan bahasa asing sesuai negara tujuan.

“HBL Foundation selama ini telah secara gratis memberikan pelatihan dan les bahasa asing kepada masyarakat Sulut, dan akhirnya mendapatkan kepercayaan besar ini. Ini merupakan suatu kehormatan yang luarbiasa,” katanya.

Yang tertarik dengan programnya dan bermimpi bisa kerja di luar negeri seperti Jepang dan Korea Selatan, lanjut HBL mengatakan, masyarakat bisa lanmgsung menghubungi saya melalui Direct Massage Media sosial Instagram @Hillarybrigittalasut.

“Sangat bangga bisa menjadi founder dan ambassador HBL Foundation,” pungkas anak tercinta dari Bupati Talaud, Elly Eengelbert Lasut (E2L).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *