Bagikan ke :

manadosiana.net, TOMOHONAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara, Wenny Lumentut mulai menggelar Reses Tahap II di Tahun 2020. Pelaksanaan serap aspirasi Masyarakat ini dilaksanakan di tiga Kelurahan di Kota Tomohon yakni Kolongan, Talete dan Paslaten, Jumat (11/9/2020).

Ada banyak hal yang dikeluhkan diantaranya, Masyarakat berharap WL, sapaan akrab Wenny Lumentut ini bisa memperjuangkan untuk membangun Tol Manado-Tomohon.

“Jalan Manado-Tomohon merupakan salah satu jalan tua, yang dari jaman dulu menjadi akses penting para tetua masyarakat Tomohon menuju Manado dan begitu sebaliknya. Kalau bisa tolong perjuangkan ke Gubernur agar bisa diperlebar, karena yang kami tahu pembangunan jalan Manado-Tomohon sudah pernah ada anggarannya,” ujar salah satu warga di Kelurahan Kolongan saat menyampaikan aspirasi.

Menjawab itu, Wenny Lumentut mengatakan, anggaran pembangunan Tol Manado – Tomohon sudah tertata di Pemerintah Pusat sebesar 300 Miliar. Hanya saja, terkendala pembebasan lahan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon.

“Namun kendalanya, pemerintah kota tidak menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan. Apakah masyarakat mau memberikan lahannya secara gratis. Sehingga anggaran yang sudah dua kali dikucurkan tersebut, terpaksa dikembalikan ke pemerintah pusat,” ujar Wenny Lumentut.

Adapun yang disampaikan salah satu Warga di Kelurahan Talete yang mengeluhkan terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). Menurut dirinya, penyaluran tersebut tidak tepat sasaran.

Di Kelurahan Paslaten I Kota Tomohon, Wenny Lumentut mensosialisasikan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Olly Dondokambey-Steven Kandouw (OD-SK) bidang pendidikan untuk Kota Tomohon. Program tersebut sebagau bentuk kepedulian kepada generasi muda Kota Tomohon.

“Jadi setiap Kelurahan yang ada di Kota Tomohon, akan direkrut lima anak untuk disekolahkan di SMA Lokon,” ujar Wenny Lumentut.

Dikatakannya, memang biaya sekolah di SMU Lokon tergolong tinggi. Akan tetapi dirinya yakin OD-SK mampu memperjuangkan anggaran khusus untuk ditata dalam APBD Provinsi Sulut, dan nantinya bisa dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar generasi muda bisa menggali ilmu dari sekolah tersebut.

“Jadi biaya sekolahnya sekira Rp 3 juta akan dianggarkan dalam APBD,” ucapnya.

Diketahui, kegiatan reses dilaksanakan sesuai protokol kesehatan COVID-19. Pelaksanaan Reses Wenny Lumentut akan menyerap aspirasi selama tiga hari (11-13 September) di 10 Kelurahan yang ada di Kota Tomohon.

Reses ini adalah yang terakhir bagi Wenny Lumentut sebagai anggota DPRD Sulut. Wenny Lumentut akan mengundurkan diri sebagai Anggota DPRD Sulut pada 23 September 2020, karena akan maju di Pemilihan Walikota (Pilwako) Tomohon 2020 sebagai bakal calon Wakil Walikota mendampingi Carol Senduk. (Febry Kodongan)