Bagikan ke :

manadosiana.net, BITUNG – Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban (MJL) selama sepekan terakhir terus melakukan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di 8 kelurahan di Kota Bitung.

Keikutsertaan Maximiliaan Jonas Lomban (MJL) sendiri untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.

Adapun hari ini, Jumat (21/08/2020) hari ini Wali Kota MJL memantau langsung penyaluran di 8 kelurahan diantaranya Kelurahan Kasuwari sebanyak 189 KK, Kelurahan Pateten 3 sebanyak 482 KK, Kakenturan 2 sebanyak 400 KK, Kelurahan Kakenturan 1 sebanyak 549 KK, Kelurahan Bitung Barat 1 sebanyak 566 KK, Kelurahan Karondoran sebanyak 203 KK, Kelurahan Kumersot sebanyak 230 KK dan Kelurahan Pinokalan sebanyak 482 KK.

Kehadiran MJL langsung di lapangan didampingi staf khusus bagian hukum, Asisten 1, Kepala Inspektorat, Asisten 2, anggota DPRD Kota Bitung Jondris Kansil, Camat Maesa dan Camat Ranowulu.

Ditegaskan Wali Kota MJL, penyaluran BLT harus tepat sasaran sebagaimana jumlah penerima yang diusulkan pemerintah kelurahan setempat.

“Jadi pemberian BLT ini tidak pilih-pilih penerimanya. Nama-nama yang terdata sesuai hasil musyawarah dan mufakat di setiap kelurahan,” tegas Wali Kota MJL.

“Penerima berhak menerima BLT dengan jumlah Rp 300 Ribu tak ada potongan. Kalau ada potongan, laporkan ke saya,” sambung Wali Kota MJL.

Dirinyapun berpesan agar BLT yang diberikan pemerintah tersebut, dimanfaatkan sebijak mungkin untuk kebutuhan pokok setiap hari.

“Jangan dipakai untuk membeli handphone atau barang lainnya yang tak terlalu penting,” kata Wali Kota.

Dalam penyaluran BLT tersebut, Walikota MJL juga memastikan berjalannya program Gerakan Bersama Memakai (GEBRAK) MASKER sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi selain penyaluran BLT ini, ada juga pembagian masker dalan rangka Program GEBRAK MASKER dari Presiden Jokowi. Sehingga saya minta perencanaan Kelurahan kedepan harus ada pengadaan masker, agar supaya setiap orang memiliki 4 buah masker,” kata Wali Kota di hampir setiap penyaluran.

Lanjut dikatakan MJL, untuk pengadaan masker di setiap kelurahan harus memanfaatkan jasa penjahit lokal, sehingga perputaran ekonomi hanya berputar di kota Bitung saja.

“Kita pesan kain disini lalu dibagikan kepada para penjahit yang ada di setiap kelurahan, lalu dibeli kembali dari penjahit. Sehingga perputaran ekonomi yang dialokasikan pemerintah berputar terus di kota Bitung,” ujar Walikota MJL.

Ditambahkan Wali Kota, dengan adanya pembagian masker diharapkan ada kesadaran dari masyarakat untuk menggunakan masker di setiap beraktifitas di luar.

“Sudah diberi masker harus dipakai, karena sesuai peraturan yang saya keluarkan ada sanksi sosial bagi yang tak memakai masker. Baik itu berupa menyapu jalan, menyanyikan lagu Indonesia Raya lalu akan direkam dan di viralkan. Sehingga akan memberi efek malu bagi yang tak memakai masker,” tukas Walikota MJL.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota MJL terus mengingatkan masyarakat agar menerapkan 5 M untuk mencegah terkena COVID-19. Yaitu, Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjaga Imun dan Memanjatkan doa pada Tuhan. (Tim)