Lucky Datau Sesalkan Ketidakhadiran Perangkat Daerah di Resesnya

MANADO19 Dilihat

Manadosiana.net, Manado – Anggota Komisi III DPRD Kota Manado, Lucky Datau menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan Lawangirung lewat agenda reses II tahun 2020.

Dikesempatan itu, Legislator PAN Dapil Wenang – Wanea menyampaikan, sebelum Reses dilaksanakan, dirinya telah mengundang 9 Mitra Kerjanya di Pemerintah Kota Manado. Namun dari undangan tersebut ternyata tidak ada yang datang.

“Ini cermin pemerintah. Mungkin dinas yang tidak hadir takut todongan pertanyaan masyarakat yang seharusnya mereka ada. Tetapi inilah pemerintah yang tidak responsif. Namun kita tetap akan tampung aspirasi untuk dibawah di DPRD,” kata Lucky Datau.

“Untuk itu mari kita sama-sama menyatukan aspirasi. Karena reses sebelum-sebelumnya terkesan heuforia saja. Jadi kita kembali ke aturan sebenarnya, bahwa itu menyerap aspirasi,” ujarnya.

Selama kurang lebih 11 bulan menjabat sebagai wakil rakyat, dia mengaku telah melakukan fungsi pengawasan dengan baik.

“Alhamdulillah dengan Rahmat Tuhan, selama mengemban tugas wakil rakyat telah saya lakukan. Walaupun bukan di dapil saya, tetap saya kawal. Semua aspirasi yang saya tampung, kurang lebih 99 persen telah di dengar pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, Warga Kelurahan Teling Atas,  Daniel Tandiowas, menyebutkan, apa yang dilakukan Lucky Datau sangat membantu masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Lucky yang telah berbuat kepada kami yang sudah mengawal aspirasi kami sehingga boleh ada Lampu penerangan jalan. Jadi ini bukan lagi sekedar menyerap aspirasi lewat reses. Tapi pak Lucky sudah berbuat sebelum itu (Reses),” ujarnya.

Selanjutnya, mewakili  Lawangirung Mariam Oitoe meminta solusi terkait kouta internet yang menjadi persoalan bagi orang tua murid. Pasalnya, para orang tua murid sulit mengadakan kouta internet untuk biaya daring anak mereka.

Mendengar beberapa aspirasi masyarakat, Lucky Datau mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah mendukungnya. Mulai dari apresiasi kinerjanya, maupun memberikan aspirasi serta saran.

“Sebenarnya kalau boleh masa reses bagi saya tidak perlu. Karena Masa Reses dilakukan hanya tiga kali setahun. Tapi saya menyerap aspirasi satu hari 3 kali,” terangnya.

(Anes Tumengkol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *