Bagikan ke :

Manadosiana.net, Manado – Para pecinta ikan hias dari seluruh Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara (Sulut) terkumpul di Manado untuk mendeklarasikan  Asosiasi Cupang Hias Kawanua Sulut (ACHKSU), Kamis (1/10/2020).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut, Steven Liow pun mengukuhkan Ketua Panitia Deklarasi ACHKSU, Marion Widjaya, Sekretaris, Steaf Chuanri, dan Bendahara, Jerry Parengkuan. Pun yang menjadi pembina ACHKSU , Richard Sualang.

Dikesempatan itu, Steven Liow mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi ACHKSU boleh hadir di Sulut untuk menunjukkan eksistensinya.

Asosiasi Cupang Hias Kawanua Sulut (ACHKS) saat menerima kertas deklarasi yang sudah ditandatangani Kaban Kesbangpol Sulut

“Saya juga suka melihat ini (ikan hias). Nanti kami sama-sama sosialisasi di kantor-kantor. Dan nanti pelantikan pengurus di kantor Gubernur. Ini kita kukuhkan dulu. Supaya tidak ada asosiasi lain lagi yang akan hadir selain ini. Tentunya kami (Pemerintah) akan memberikan dukungan,” kata Liow.

Liow pun menantang asosiasi ini dengan memberikan tempat di Kantor Gubernur asalkan mesti bisa membuat event Nasional di Sulut.

“Karena kita tahu ini akan berdampak positif. Kesbangpol akan siap sebagai penanggung jawab,” ujarnya.

Sementara, Ketua Panitia Deklarasi, Marion Widjaya dalam sambutan menjelaskan sedikit tentang ikan cupang yang merupakan satu spesies air tawar.

Walau ikan cupang memiliki ukuran 3 cm – 12 cm, namun dia memiliki banyak jenis dengan warna ekor lebar, kepala besar yang agak lancip serta memilki sirip seperti dasi. Bahkan ikan ini sangat cocok beradaptasi di iklim tropis dan banyak peredarannya di Asia Tenggara.

Menurut Marion Widjaya, budidaya ikan hias tengah menggeliat secara nasional, termasuk di Sulut. Tentunya hal itulah yang menyebabkan tumbuhnya komunitas-komunitas ikan hias dimana para anggota menyalurkan hobinya sekaligus berbisnis.

“Karena itu kami para pecinta atau komunitas perkumpulan ikan hias khusus ikan cupang (Betta nama latinnya) di Sulut sepakat bersatu hati dalam merapatkan barisan untuk sebuah wadah asosiasi dengan satu komitmen memajukan serta mensejahterakan masyarakat melalui pembudidayaan, pelestarian, dan pemasaran ikan cupang guna mengharumkan Indonesia khususnya Sulut di kanca Internasional,” ujarnya.

Sekretaris Deklarasi, Steaf Chuanri menambahkan, ikan cupang sangat potensial karena memiliki nilai jual bagi para penggemarnya. Sekaligus memperkenalkan bagi masyarakat Sulut yang belum mengenal ikan cupang.

“Hadirnya ACHKSU supaya petani ikan cupang bisa didistribusikan sehingga bersaing dengan di pulau Jawa karena selama ini kita bergantung di Jawa. Apalagi teman-teman di Manado masih terbatas sehingga paling banyak event di Jawa. Terus selain itu, yang banyak ikan cupang di Thailand,” terangnya.

Pendaftaran registrasi kontes ikan hias yang digelar ACHKSU

Tambahnya, ACHKSU walau masih baru namun sudah siap menggelar event Nasional di Sulut pada 12 Desember 2020 dengan batasan Kouta 450 peserta.

(Anes Tumengkol)