Bagikan ke :

Manadosiana.net – Tinggal menghitung hari Demokrasi Kampus akan digelar di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terkhususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) untuk memilih ketua dan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang akan digelar pada 18 Maret 2020 mendatang. Perbincangan untuk dukung mendukung calon sudah mulai terdengar di kalangan Mahasiswa mulai dari kelas, kantin taman dan berbagai pojok kampus Fispol.

Para kandidat dan tim sukses mulai mempersiapkan strategi jitu untuk menghadapi pemilihan ini, target dari strategi itu sendiri adalah Mahasiswa yang terdaftar di Fispol Unsrat yang memiliki hak suara dalam pemilihan nanti. Strategi seperti apa yang akan dimainkan nanti kita tunggu saja, yang pasti permainannya masih sama dengan sebelum-sebelumnya, yaitu melakukan kampanye entah akan dipenuhi atau hanya menjadi pemanis dalam orasi politik (Kampanye).

Mengingat Demokrasi kita adalah setiap Individu memiliki hak yang setara dalam pengambilan keputusan maka biarkan kita menilai dan memilih sendiri, sebab Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi, terkhususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Sudah semestinya Sadar, bahwa Pemilihan Raya BEM Fispol sudah harus lebih dewasa dalam menerapkan cara berdemokrasi dengan baik, apalagi kita di kenal dengan kampus Reformasi.

Masalah-masalah kecurangan dari dalam tubuh panitia pelaksan yang sering kali terjadi, sudah harus di buang jauh-jauh, karna seharusnya panitia pelaksana mengambil posisi netral dan tidak berpihak pada pasangan calon yang ada. Hal-hal semacam inilah yang kadangkala membuat kegiatan pemilihan mengalami kendala dan masalah, karna tidak ada Netralitas didalam.

Dan juga posisi Dosen harus netral, Dosen seharusnya memberikan contoh demokrasi yang baik Untuk Kemajuan dan kemandirian BEM Fispol seperti yang di Inginkan seluruh Mahasiswa yang datang dan terlibat dalam demokrasi kampus.

Ketakutannya Jika kandidat BEM memiliki kepentingan dengan Dosen, maka Masalah-masalah yang terjadi di dalam Universitas, Fakultas, maupun jurusan bisa dengan mudah di intervensi, karna biasanya Hukum Simbiosis Mutualisme akan terjadi jika sudah ada deal-deal Politik antara Mahasiswa dengan Dosen. Karna itulah Pramodya Ananta Toer mengatakan “Manusia Sudah Harus Adil Sejak Dalam Pikiran, Sebelum Adil Dalam Tindakan”.

Pemilihan BEM Fispol adalah kegiatan demokrasi Mahasiswa untuk itu kepentingan Dosen juga perlu untuk dibatasi, bila perlu kedapatan Dosen-dosen Fispol terlibat harus segera mungkin Dosen terkait di tegur, karna akan merusak jalannya demokrasi yang ada.

Harapan kita Selaku mahasiswa Fispol, BEM Fispol nanti yang terpilih, adalah BEM yang bisa beramanah dalam mengembang tugas, BEM yang bisa Menjadi Mata, Kepala dan Mulut seluruh Mahasiswa. ketika ada masalah kami juga berharap BEM bisa mengambil Sikap yang tegas, bukan malah menjadi BEM yang hanya melihat kepentingan beberapa Mahasiswa, karena sejatihnya BEM adalah milik Kita bersama, milik seluruh Mahasiswa Fispol Unsrat, bukan milik tim sukses.(*)