Bagikan ke :

Manadosiana.net, Manado –  Ketua Komisi IV DPRD Kota Manado, Lilly Walandha menggelar masa reses I tahun 2021 di Kelurahan Wenang Selatan, Jumat (9/4/2021).

Dikesempatan itu, Srikandi Dapil Wenang Wanea Partai Demokrat itu menjelaskan mitra kerjanya di Komisi IV  yang membidangi Kesejahteraan masyarakat (Kesra) dengan meliputi Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial.

Untuk itu, dirinya merespon masyarakat agar menanyakan setiap aspirasi yang berhubungan dengan mitra komisinya.

Dalam sesi tanya jawab, berbagai aspirasi masyarakat mulai disampaikan. Pertama, soal bantuan kouta internet untuk SD-SMP yang beberapa anak tidak dapat. Terus terkait bantuan UMKM dari pemerintah pusat dinilai belum tepat sasaran karena masyarakat banyak tidak dapat. Selain itu, masyarakat juga meminta agar drainase tersumbat diperhatikan.  Terakhir bantuan dana duka sudah tidak diterima.

Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Juvita Senduk yang turut hadir dalam reses selaku mitra kerja komisi IV mengatakan, pemberian bantuan kouta internet dari berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado.

“Agar mendapatkannya data siswa dimasukkan dalam di dapodik. Kalaupun tidak jelas dipersilahkan menghubungi Wali kelas. Kemudian Kepala Sekolahnya,” ujarnya.

Selanjutnya Lurah Wenang Selatan, Stenly Roring  menjelaskan soal UMKM, Dinas Koperasi Kota Manado pada Maret lalu telah meminta data dan Kelurahan sudah memasukkannya. Diakui tahun lalu memang banyak yang keluar tapi tidak memiliki usaha.

“Sehingga sekarang dinas koperasi memulai data baru lewat surat keterangan usaha supaya penerima jelas memang pengusaha mikro. Jadi setiap warga yang ingin mendapatkan bantuan UMKM mesti memiliki SKU. Dan itu memang menjadi syarat,” ujarnya.

Terkait UMKM Lilly Walandha mengakui  pengurusannya memang ribet. Karena hal itu turut dirasakan orang tuanya yang juga pengusaha toko obat.

“NIB juga sudah sulit terus mesti urus SKU. Sebenarnya ini mudah saja dengan melihat data di PTSP. Kan semua ada disitu. Terus terang kita juga sampai sekarang belum kelar karena mesti urus itu semua. Mestinya juga pemerintah jangan mempersulit masyarakat,” terang Lily.

Terus soal dana duka, Lily  mengatakan, waktu lalu sudah sempat ketemu pemerintah pihak terkait. Namun mereka menerangkan kepadanya bahwa dana duka sementara perpindahan atau peralihan dari keuangan ke dinas sosial.

“Padahal waktu lalu saya selalu tanyakan mana penting dana duka atau proyek.  Tapi mereka selalu pentingkan proyek. Mudah-mudahan masih akan terbayar. Bulan depan sudah pemerintah baru, mudah-mudahan sudah lebih bagus. Terakhir terimakasih masyarakat sudah datang. Kalau ada yang berhubungan dengan komisi IV bisa langsung hubungi saya atau staf mengenai persoalan apa, nanti dibantu. Namun jika pun tidak sesuai komisi, silahkan hubungi kami tetap akan ditindaklanjuti dengan meneruskan ke komisi yang membidangi,” terangnya.

(Anes Tumengkol)