Jelang Paskah, Jerry Sanger Tegaskan LMP Sulut Tak Ikut Demo 1 April

HEADLINE35 Dilihat

manadosiana.net, ​MANADO – Rencana aksi demonstrasi yang bakal digelar di Kantor Gubernur dan DPRD Sulawesi Utara pada 1 April 2026 dipastikan tidak akan diikuti oleh Laskar Merah Putih (LMP) Sulawesi Utara di bawah komando Jerry Ch. Sanger.

​Ketua Markas Daerah LMP Sulut ini menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan instruksi untuk turun ke jalan. Jerry juga meminta masyarakat tidak menyamakan organisasinya dengan kelompok lain yang mengatasnamakan nama serupa.

​”Saya selaku Ketua LMP Mada Sulut yang sah secara hukum (Kemenkumham) dan terdaftar di Kesbangpol, tidak pernah menyerukan anggota untuk aksi demo. Sudah bisa dipastikan itu kubu sebelah (LMP YW),” ujar Jerry kepada awak media, Selasa (31/3).

​Pernyataan ini sengaja dikeluarkan guna mengklarifikasi posisi LMP Mada Sulut. Ia tak ingin ada persepsi yang keliru di tengah masyarakat maupun aparat keamanan terkait aksi massa yang kabarnya akan melibatkan sekitar 1.000 orang tersebut.

​Jerry menilai, penyampaian aspirasi tidak harus selalu dilakukan dengan mobilisasi massa. Apalagi saat ini warga Sulawesi Utara tengah bersiap menyambut hari raya Paskah.

​”Seharusnya kita ajukan permintaan dialog dulu dengan pemerintah sebelum benar-benar turun ke jalan. Sulawesi Utara menjelang Paskah harus kita jaga tetap aman dan kondusif,” tuturnya.

​Ia percaya bahwa Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kendali Gubernur selalu membuka pintu bagi ormas yang ingin memberikan masukan konstruktif terkait kebijakan publik.

​”Prinsip saya, kalau bisa diskusi kenapa harus demo? Kita harus bersinergi dengan Forkopimda demi kepentingan masyarakat,” tambah Jerry.

​Berdasarkan surat pemberitahuan yang beredar dengan nomor 01/Aksi-Sulut/1/4-2026, massa rencananya akan berkumpul di Patung Wolter Monginsidi dan Pierre Tendean sebelum bergerak menuju kantor pemerintahan.

​Meski demikian, Jerry memastikan barisan LMP di bawah kepemimpinannya tetap pada komitmen awal yakni menjaga stabilitas daerah dan mengedepankan cara-cara persuasif dalam mengawal pembangunan di Sulawesi Utara.

Komentar