Ini Klarifikasi Lengkap Plt Hukum Tua Wori Soal Tudingan Korupsi dan Transparansi Dana Desa

HEADLINE15 Dilihat

Reporeter: Febry Kodongan

manadosiana.net, MINAHASA UTARA – Plt Hukum Tua Desa Wori, Vera Veronika Sengke, S.Pd, M.Pd, akhirnya buka suara. Ia membantah keras kabar yang menyebut dirinya tidak jujur dan tertutup soal uang desa. Vera menjelaskan satu per satu tuduhan warga agar tidak terjadi salah paham.

Vera menjelaskan bahwa proyek renovasi Kantor Hukum Tua sudah dikerjakan sesuai aturan. Ia mengaku hanya menjalankan rencana (RAB) yang sudah dibuat oleh penjabat sebelumnya.

“Dia juga memastikan pekerjaan renovasi tersebut sudah sesuai RAB, tidak ada lebih atau pun kurang,” ungkapnya.
Terkait warga yang merasa tidak tahu soal keluar-masuknya uang desa, Vera menegaskan bahwa selama ini ia selalu bekerja sama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Menurutnya, BPD adalah wakil masyarakat yang tahu semua kegiatan desa.

“Jadi kalau ada yang bilang tertutup. Apanya yang tertutup. Waktu ada pembangunan, semuanya ada papan proyek,” katanya.

Vera juga menyarankan jika ada warga yang merasa ada penyimpangan, sebaiknya melapor ke pihak resmi seperti Inspektorat. Ia menyayangkan adanya video yang menuduh dirinya tanpa bukti yang kuat dan meminta agar setiap tuduhan didasari oleh fakta.

“Saya melihat dalam video, dia tidak lagi menduga, tapi dia (warga) bilang ini sudah ada permainan. Ini bukan lagi menduga tapi sudah menuduh. Intinya kalau ada tuduhan ini harus di sertakan dengan bukti-bukti,” tegasnya.

Mengenai program ketahanan pangan, Vera menjelaskan bahwa harga pengadaan ayam di Desa Wori justru yang paling murah dibanding desa lain. Hal ini terbukti dari laporan hasil Audit (LHA).

“Pengadaan ayam kan sudah diperiksa. Dari laporan itu, harga di Desa Wori paling rendah. Desa lain harganya Rp120 ribu, kami hanya Rp90 ribu,” jelasnya.

Tuduhan paling serius yang dibantah Vera adalah kabar bahwa dirinya merangkap jabatan sebagai bendahara atau menguasai penuh uang desa. Terkait foto-foto yang beredar, ia menyebut hal itu salah paham. Foto tersebut sebenarnya adalah saat bendahara menyerahkan laporan uang, bukan dirinya yang mengambil alih tugas bendahara.

“Saya merangkap bendahara? Siapa yang bilang itu. Oh foto-foto itu. Nah, foto itu bukti bendahara menyerahkan uang. Saya tidak pernah merangkap jabatan bendahara, tidak pernah,” tegas Vera.

Vera juga merasa kecewa karena foto yang seharusnya bersifat rahasia jabatan sudah disebarkan ke publik sebelum ada pemeriksaan resmi. Ia pun meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum tentu benar.

 

Komentar