manadosiana.net, MINAHASA – Gelaran pemilihan Hukum Tua di Desa Wineru, Kabupaten Minahasa, kian mengerucut pada pengujian kapasitas dan kesiapan para kandidat. Di antara nama-nama yang muncul, Jufri Mantak, SPd, calon nomor urut 5, menjadi figur yang paling disorot berkat perpaduan unik antara latar belakang pendidikan dan pengalaman lapangan di dunia hukum.
Kesiapan Jufri bukan sekadar deklarasi politik, melainkan manifestasi dari perjalanan profesional yang panjang sebagai pendidik dan mantan jurnalis spesialis Hukum dan Kriminal.
Secara administratif dan mental, Jufri Mantak dinilai memiliki keunggulan komparatif. Gelar Sarjana Pendidikan (SPd) yang disandangnya menjadi fondasi cara berpikir yang sistematis dan edukatif. Namun, yang membedakannya adalah ketajaman insting yang terasah selama bertahun-tahun sebagai jurnalis.
“Seorang Hukum Tua harus memiliki ketahanan mental dan kecakapan dalam membaca regulasi. Pengalaman Jufri di dunia pers hukum memberikan ia kemampuan untuk memetakan persoalan desa dengan kacamata objektif,” ujar salah satu rekan sejawatnya di dunia media.

Kesiapan ini tercermin dalam 5 Misi Utama yang ia usung, yang secara filosofis merujuk pada angka nomor urutnya dan Sila Kelima Pancasila. Visi ini dianggap sebagai kerangka kerja (framework) yang matang untuk membawa perubahan di Wineru.
Sebagai putra daerah asli Desa Wineru, Jufri memahami anatomi masalah di desanya—mulai dari sengketa lahan, kebutuhan infrastruktur pertanian, hingga transparansi dana desa. Kesiapannya maju tidak hanya didorong oleh popularitas, tetapi oleh rancangan program yang terukur diantaranya.
Komitmen menghadirkan audit publik terhadap kebijakan desa. Kemudian tentang rencana digitalisasi layanan administrasi agar masyarakat tidak lagi terhambat birokrasi yang lamban dan mengimplementasikan semangat gotong royong melalui musyawarah desa yang inklusif.
Bagi Jufri, maju sebagai Hukum Tua adalah bentuk pengabdian tertinggi bagi tanah kelahirannya. Ia memandang jabatan ini sebagai mandat hukum yang harus dijalankan dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
“Kesiapan saya bukan hanya tentang memenangkan kontestasi, tetapi tentang bagaimana mengelola amanah masyarakat Wineru dengan integritas. Pengalaman saya di dunia hukum mengajarkan bahwa kebijakan yang diambil harus selalu berpijak pada aturan dan keadilan sosial,” tegas Jufri dalam sebuah kesempatan.
Munculnya figur dengan latar belakang intelektual yang kuat seperti Jufri Mantak memberikan harapan baru bagi dinamika demokrasi di tingkat desa. Masyarakat kini melihat sosok yang tidak hanya siap secara visi, tetapi juga siap secara teknis untuk menakhodai Desa Wineru menuju era keterbukaan dan kesejahteraan yang merata.
Dengan nomor urut 5 sebagai simbol perjuangannya, Jufri Mantak kini melangkah mantap, membawa misi besar untuk mewujudkan keadilan sosial yang dimulai dari garis depan Desa Wineru.







Komentar