Jufry Mantak Maju Calon Hukum Tua Wineru Demi Tata Kelola Bersih

MINAHASA RAYA28 Dilihat

manadosiana.net, MINAHASA, – Setelah bertahun-tahun berkutat dengan pena dan laporan investigasi di wilayah Sulawesi Utara, Jufry Mantak, S.Pd., memutuskan untuk berpindah sisi. Sosok yang dikenal sebagai jurnalis senior di wilayah Minahasa ini kini resmi mencalonkan diri sebagai Hukum Tua (Kepala Desa) Wineru, Kecamatan Kakas.

​Keputusan Jufry untuk “turun gunung” didorong oleh kegelisahan profesionalnya. Sebagai wartawan, Dia sering memotret ketimpangan dan kebuntuan birokrasi. Kini, lewat jargon “Muda Bekerja”, Dia ingin membuktikan bahwa tata kelola desa bisa dijalankan dengan standar transparansi setinggi etika jurnalistik.


Bagi Jufry, latar belakang pendidikannya (S.Pd) dan pengalaman jurnalisnya adalah kombinasi mumpuni untuk mengamalkan filosofi Sitou Timou Tumou Tou (Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain).

​”Pekerjaan jurnalis adalah mengedukasi publik dan mengawal kebenaran. Sebagai calon Hukum Tua, misi saya tidak berubah: saya ingin memanusiakan warga Wineru dengan memastikan hak-hak mereka tidak ‘dikorupsi’ oleh sistem yang tertutup. Jika jurnalis hanya bisa mengkritik lewat tulisan, maka sebagai Hukum Tua, saya akan mengoreksi keadaan lewat kebijakan,” kata Jufry.


Salah satu poin paling tajam yang ia bawa adalah transparansi anggaran (misi Jujur). Dia mengibaratkan dana desa sebagai “informasi publik” yang wajib diketahui seluruh warga tanpa kecuali.

​Dalam kacamata jurnalisnya, Jufry melihat bahwa kemajuan desa seringkali terhambat oleh akses yang tidak merata. Itulah sebabnya ia memprioritaskan pembangunan infrastruktur hingga ke area perkebunan. Ia ingin memastikan bahwa fase Timou (hidup) bagi para petani di Wineru tidak lagi terhambat oleh akses jalan yang rusak.


Jufry membawa tradisi jurnalisme ke dalam visi pemerintahannya: bekerja berdasarkan data, responsif terhadap keluhan warga, dan inovatif dalam mencari solusi.

Jufry menekankan bahwa pembangunan bukan sekadar soal semen dan aspal, melainkan soal pembangunan mental dan kerukunan (misi Inovatif).

​”Seorang jurnalis dilatih untuk peka terhadap ketidakadilan. Di Wineru, saya ingin memastikan setiap warga merasa ‘dimanusiakan’ melalui pelayanan yang ramah, cepat, dan bersih,” tambahnya.

​Langkah Jufry Mantak ini menjadi preseden menarik di Minahasa; sebuah transisi dari pengawas kekuasaan menjadi pemegang mandat rakyat, dengan satu tujuan utama: membawa Desa Wineru menuju peradaban yang lebih adil dan berbudaya bagi generasi mendatang.

Komentar