Reporter: Febry Kodongan
manadosiana.net, MINSEL – Polres Minahasa Selatan (Minsel) kini tengah mendalami kasus dugaan penganiayaan dan perusakan yang terjadi di Desa Maruasey, Kecamatan Amurang Barat. Kasus ini menjadi perhatian serius setelah diketahui korban, pria berinisial AL, diduga menjadi korban salah sasaran warga.
Kapolres Minahasa Selatan, AKBP David Candra Babega, SIK, MH, mengonfirmasi bahwa perkara tersebut saat ini sedang ditangani secara intensif oleh Satreskrim Polres Minsel.
”Tentang kasus ini kita sudah selidiki, sudah beberapa saksi kita lakukan pemeriksaan. Penanganan kasusnya sedang berjalan di Satreskrim,” tegas David kepada manadosiana.net, Rabu (29/4/2026).
Berikut Kronologinya:
Insiden ini dipicu oleh kesalahpahaman warga terhadap aktivitas korban. Berikut adalah kronologi lengkap kejadian tersebut.
Perjalanan Jauh: Korban AL saat itu sedang dalam perjalanan dari Manado menuju Desa Malola, Minahasa Selatan, menggunakan sepeda motor.
Setibanya di wilayah Maruasey, AL merasa sangat lelah dan memutuskan untuk menepi. AL berniat beristirahat sejenak untuk memulihkan stamina sebelum melanjutkan sisa perjalanan.
Tuduhan Sepihak: Saat sedang beristirahat, kehadiran AL justru mengundang kecurigaan tanpa dasar dari oknum warga setempat. Ia seketika dituduh seolah-olah merupakan pencuri.
Tanpa klarifikasi, massa yang terprovokasi langsung melakukan tindakan anarkis. AL mengalami penganiayaan secara fisik.
Kemarahan warga tidak berhenti pada serangan fisik; sepeda motor milik korban juga dirusak hingga mengalami kerusakan yang signifikan.
Proses Hukum: Pasca-kejadian, AL melaporkan insiden tersebut ke Mapolres Minsel. Penyidik Satreskrim kini tengah mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk menyeret para pelaku ke jalur hukum.
Polisi Ingatkan Masyarakat
Pihak kepolisian sangat menyayangkan aksi main hakim sendiri yang menimpa orang tak bersalah. Saat ini, Satreskrim Polres Minsel fokus melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dalam aksi kekerasan dan perusakan tersebut.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya dan selalu melaporkan hal mencurigakan kepada pihak berwajib ketimbang bertindak anarkis.(*/RED)






Komentar