Air Mata Haru Kartini Gaghansa Pecah di Ruang Sidang, Menang Praperadilan: Tuhan Yesus Tuntun Saya

HUKUM29 Dilihat

manadosiana.net, MANADO – Suasana haru biru menyelimuti Pengadilan Negeri (PN) Manado pada Senin (18/5/2026). Air mata bahagia tak terbendung dari wajah Kartini Gaghansa setelah majelis hakim membacakan putusan sidang praperadilan dengan nomor perkara 8/PID.PRA/2026/PN.Mnd.

Perjuangan panjang Kartini melawan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) akhirnya membuahkan hasil manis. Hakim Tunggal, Faisal Munawir Kossah, SH, secara resmi mengabulkan permohonan Kartini dan menyatakan bahwa Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang diterbitkan oleh Polda Sulut tidak sah dan tidak berkekuatan hukum.

Putusan ini juga memerintahkan penyidik Polda Sulut untuk membuka kembali kasus tersebut dan melanjutkan proses hukum yang sempat mandek. Keberhasilan ini tentu jadi secercah harapan baru bagi Kartini yang selama ini merasa terombang-ambing mencari keadilan.

Sebagai pihak yang merasa sangat dirugikan, Kartini mengaku kalau perjalanannya melewati proses hukum ini sama sekali nggak mudah. Tekanan demi tekanan harus ia tanggung sendirian sebagai korban.

Namun, perempuan tangguh ini membuktikan kalau iman dan doa bisa membolak-balikkan keadaan. Sambil menahan tangis haru, Kartini langsung mengucap syukur sesaat setelah sidang usai.

“Pertama-tama tentunya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuhan Yesus. Karena di dalam perjalanan persidangan ini, selalu saya berdoa agar supaya saya dituntun oleh Tuhan,” ungkap Kartini dengan suara bergetar menahan emosi.

Di balik kemenangan besar ini, ada sosok-sosok ‘pahlawan’ legal yang setia pasang badan untuk Kartini. Mereka adalah tim kuasa hukum top yang terdiri dari Hanafi Saleh, SH, Reinaldy Muhamad, dan Muhamad Faisal Tambi, SH.

Bagi Kartini, dedikasi tim pengacara ini sangat luar biasa dalam mengawal kasusnya dari awal hingga titik terang ini.

“Terlebih khususnya saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Hanafi Saleh dan kru-krunya. Tak dapat menyebut satu persatu. Tuhan Yesus pasti akan memberkati kita sekalian. Terima kasih. Puji Tuhan,” tutup Kartini dengan senyum lega.(***/RED)

Komentar