Komisi III Minta Pemkot Manado Segera Adakan Rumah Singgah dan Alat Swab

Bagikan ke :
Jonas Makawata

Manadosiana.net, Manado – Ketua Komisi III DPRD Kota Manado, Jonas Makawata meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Manado segera mengadakan rumah singgah dan alat swab test dalam penanganan Covid-19.

“Selain rumah singgah, Manado harus miliki alat swab test. Karena walaupun dia reaktif belum tentu positif. Reaktif itu oleh karena banyak hal, misalnya dia demam atau ada sakit bawaan sehingga dia perlu diisolasi mandiri 14 hari. Itu pun dia harus di swab test supaya diketahui apa hasilnya,” kata Makawata, Selasa (23/6/2020) di ruangannya.

Menurutnya, rumah singgah untuk pasien reaktif maupun positif covid-19 itu penting. Karena berdasarkan informasi yang didapatnya, ada pasien sudah  positif namun hanya dibiarkan di rumah.

“Ya, dengan alasan rumah sakit sudah penuh. Padahal masyarakat sudah cukup membantu. Namun dari pemerintah seakan ada pembiaran,” ujarnya.

Sebelum Covid-19 heboh, politisi PDI-P ini mengaku sudah mewanti-wanti Pemkot Manado agar segera mengadakan rumah singgah. Supaya ketika ada yang terkonfirmasi reaktif sudah bisa diarahkan ke rumah singgah sambil menunggu hasil tes.

“Kalau tidak orang tersebut akan kesana kemari dan bisa menularkan ke orang lain. Itu yang kita anggap kita terlambat. Namun daripada tidak sama sekali,” terangnya.

Kalaupun Pemkot Manado memiliki kendala dipembiayaan untuk perawatan di rumah singgah, dia mengaku DPRD Manado akan turut membahas persoalan tersebut.

“Untuk itu kita meminta di rapat Bamus kemarin agar membuat RDP lintas komisi dalam rangka mengusulkan kalau boleh kasih banyak anggaran untuk covid-19. Kalau perlu geser 350-400 M. Itu Tidak masalah yang penting digunakan sebaik mungkin. Karena kalau sudah ada rumah singgah pasti dijamin segala-galanya yang ada disitu. Kalau tidak mereka (pasien) akan keluar,” harapnya.

(Anes Tumengkol)

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *