HPN 2026, Braien Waworuntu Ajak Pers Tetap Kritis dan Independen

manadosiana.net, Manado — Ketua Komisi I DPRD Sulut Braien Waworuntu mengucapkan selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Braien Waworuntu mengatakan, momentum HPN 2026 bisa menjadi ruang refleksi bagi pentingnya peran media di Indonesia terutama Sulawesi Utara (Sulut).

Braien Waworuntu menegaskan keberadaan pers yang sehat merupakan syarat mutlak bagi kokohnya fondasi demokrasi bangsa.

“Pers memiliki posisi tawar yang strategis dalam mengawal arah pembangunan, khususnya di tengah keterbukaan informasi saat ini,” ujarnya.

​​Politisi NasDem ini menambahkan, di tengah kemajuan teknologi yang membuat informasi tersebar dalam hitungan detik, pers harus hadir sebagai penyaring sekaligus penyeimbang.

“Demokrasi yang sehat memerlukan pengawasan yang ketat dari media. Jika kita bicara tentang kedaulatan Indonesia, maka pers adalah salah satu pilar demokrasi yang tidak boleh rapuh. Di era yang serba terbuka ini, pers berfungsi sebagai instrumen kontrol sosial yang mengawasi kinerja pemerintah maupun lembaga publik demi kepentingan rakyat,” tegasnya.

Sejauh ini, dikatakan Waworuntu yang juga selaku Ketua MPW Pemuda Pancasila ini, media massa dalam hal ini pers telah menjalankan perannya dengan baik sebagai mitra strategis pemerintah dan legislatif.

​”Media bukan sekadar penyampai pesan, tapi partner dalam menjaga keseimbangan. Informasi demokrasi yang akurat sangat dibutuhkan oleh semua pemangku kepentingan agar kebijakan yang diambil tetap on-the-track,” tambahnya.

Meski dalam hal kemitraan antara pers dan Komisi I DPRD Sulut terus terjalin, Waworuntu mengingatkan agar insan pers tidak kehilangan daya kritisnya.

Dia menekankan pentingnya profesionalisme dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik sebagai modal utama meraih kepercayaan publik.

​”Independensi adalah harga mati bagi pers. Informasi yang disajikan harus berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tujuannya jelas, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghindari disinformasi yang menyesatkan,” tutupnya.

(Febry Kodongan)