Suara Tokoh Adat Utara NKRI: Kami Seperti Belum Merdeka dari Listrik

HEADLINE228 Dilihat

manadosiana.net, TALAUD – Keluhan terkait buruknya pelayanan PT PLN (Persero) kembali datang dari wilayah kepulauan. Kali ini, masyarakat Kecamatan Salibabu, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, menyuarakan kekecewaan mendalam atas pemadaman listrik yang dinilai tidak beraturan dan merugikan warga.
​Kekecewaan ini disampaikan langsung oleh salah satu Tokoh Adat di Kecamatan Salibabu, G. Bambulu.

Menurutnya, kondisi kelistrikan di wilayah tersebut kian memprihatinkan karena pemadaman terjadi terus-menerus tanpa adanya solusi konkret dari pihak PLN Unit Lirung.

​”Tentu sebagai pelanggan PLN yang ada di unit Lirung ini, dengan keadaan ini orang (kami) kecewa. Sebetulnya apa alasannya. Kalau toh rusak, masa tidak dapat diperbaiki sampai sekarang,” ujar G. Bambulu dengan nada kecewa.

​Dia menjelaskan bahwa dampak dari ketidakstabilan pasokan listrik ini telah merugikan materi warga. Banyak alat elektronik milik masyarakat yang rusak akibat pemadaman dan penyalaan listrik yang terjadi secara mendadak. Warga pun mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab atas kerugian tersebut.

​Hal yang paling membingungkan warga, lanjut dia bilang adalah manajemen informasi dari pihak PLN. Pemadaman sering kali terjadi secara fluktuatif, kadang disertai pemberitahuan resmi, namun lebih sering terjadi secara tiba-tiba.

​”Masih menderita sampai sekarang akibat pemadaman-pemadaman yang tidak jelas. Sebetulnya apa itu pemberitahuannya? Pemadaman bervariasi, ada pemberitahuan dan tidak. Jadi ini yang membingungkan masyarakat, apalagi sebagai pelanggan listrik,” terangnya.

Lebih lanjut Bambuku mengatakan, ​melihat kondisi yang sudah berlangsung lama ini, ia merasa wilayahnya seolah dianaktirikan dalam hal pemenuhan hak energi dasar.
​”Seakan-akan daerah ini belum merdeka di (bidang) kelistrikan,” tegas Bambulu.

​Mewakili suara masyarakat di Kecamatan Salibabu, G. Bambulu meminta agar persoalan ini segera ditindaklanjuti secara serius. Pihak adat juga mengetuk pintu hati Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud agar tidak tinggal diam melihat penderitaan warganya.

​Masyarakat Salibabu berharap pemerintah daerah bisa hadir, mengaudit kinerja PLN setempat, dan bersama-sama mencari jalan keluar agar warga bisa menikmati fasilitas listrik yang stabil dan nyaman demi menunjang aktivitas sehari-hari serta perekonomian warga.

​”Mohon kepada saudara-saudara supaya ini ditindaklanjuti. Bagaimana penyelesaiannya ini supaya kita merasakan kenyamanan dalam memanfaatkan kelistrikan ini. Apakah pemerintah daerah peka melihat ini dan akan mencari solusi, bagaimana sehingga mendapatkan kelistrikan yang lebih baik. Barangkali itu harapan kami,” pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PLN Sulutenggo terkait keluhan kelistrikan di Kecamatan Salibabu tersebut. (Ronal Podo)