Pansus LKPJ DPRD Sulut Sorot Dunia Pendidikan

Penulis: Febry Kodongan

 

manadosiana.net, MANADO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara menyoroti capaian sektor pendidikan dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2025. Dalam rapat yang digelar di Ruang Paripurna tersebut, Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) melaporkan sebanyak 985 siswa SMA/SMK di Sulawesi Utara berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Femmy Suluh, menyatakan bahwa angka tersebut menunjukkan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya. Para siswa tersebut tersebar di berbagai universitas top nasional hingga perguruan tinggi lokal.

“Terjadi peningkatan jumlah calon mahasiswa yang lolos jalur prestasi. Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) masih menjadi tujuan favorit dengan menerima 456 siswa,” ujar Femmy di hadapan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Sulut, Kamis, 16 April 2026.

Evaluasi Kompetensi Pengajar
Meski mencatatkan kenaikan kuantitas kelulusan, Femmy menegaskan bahwa hasil ini tidak lantas membuat pemerintah berpuas diri. Di depan para legislator, ia menyebut capaian SNBP tersebut justru menjadi indikator penting untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap manajemen sekolah.

Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan siswa di jalur prestasi sangat berkorelasi dengan kualitas bimbingan di sekolah. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru akan menjadi prioritas dalam sisa tahun anggaran berjalan.

“Ini menjadi bahan introspeksi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi guru. Keberhasilan siswa tidak lepas dari peran tenaga pendidik di kelas,” tutur Femmy.

Menanti Jalur Tes Tertulis
Data 985 siswa tersebut baru mencakup jalur prestasi (rapor). Saat ini, ribuan siswa lainnya di Sulawesi Utara masih berjuang memperebutkan kursi PTN melalui jalur:

UTBK-SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes)

Jalur Mandiri masing-masing perguruan tinggi.

Pihak DPRD Sulut berharap kenaikan angka kelulusan ini dibarengi dengan pemerataan kualitas pendidikan di kabupaten/kota, agar dominasi kelulusan tidak hanya tertumpuk di sekolah-sekolah perkotaan saja.

Komentar