Komisi III DPRD Sulut RDP bersama BP2W, Bahas Relokasi Korban Erupsi Gunung Ruang dan Progres 2024

HEADLINE86 Dilihat

MANADO – DPRD Sulut melalui Komisi III membahas terkait mitigasi khususnya korban erupsi Gunung Ruang, Tagulandang, Kepulauan Sitaro lewat Rapat dangar pendapat dengan Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BP2W) Sulut, Senin (27/5/2024).

Komisi III saat RDP dengan Balai BP2W Sulut.(foto. Istimewa).

RDP ini sebagai bentuk kepedulian serta tindaklanjut DPRD Sulut terhadap ratusan Warga yang tinggal di kaki Gunung Api Ruang yakni Desa Pumpente dan Laingpatehi pasca bencaba erupsi.

Komisi III saat RDP dengan Balai BP2W Sulut.(foto. Istimewa)

Adapun topik pembahasan Komisi III terhadap BPPW Sulut adalah terkait relokasi Warga serta fasilitas sarana prasarana di lokasi tujuan yakni Desa Mosidi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Komisi III saat RDP dengan Balai BP2W Sulut.(foto.istimewa).

“Kami mau memastikan, bagaimana sarana prasarana untuk warga Pulau Ruang. Kita mendorong agar pembangunan bisa dilaksanakan secepatnya,” kata Ketua Komisi III Berty Kapojos.

Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapojos.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III Amir Liputo ingin mendapatkan kepastian kesiapan pembagunan semua fasilitas dua desa yang paling terdampak pada bencana erupsi Gunung Ruang.

Wakil Komisi III Amir Liputo.

”Sebagai anggota dewan yang melakukan fungsi pengawasan tentunya kami harus bisa memastikan kapan semua fasilitas ini siap. Agar mereka menjadi tenang dan mulai kehidupan baru disana. Ada 301 KK yang direlokasi,” ucapnya.

Dirinya juga mempertanyakan soal progres pembagunan lingkungan sarana dan prasarana yang dibiaya lewat APBN melalui BP2W seperti Sekolah MTS, Ipal dan kelanjutan TPA Regional Ilo-Ilo atau Mamitara.

“Sekarang kita di daerah tidak bisa langsung diusulkan pembagunan apa-apa ke pusat atau kementrian semua harus melalui balai yang ada. Kecuali buntu atau ada persoalan baru bisa,” kata amir kembali.

 

Gunung Api Ruang, Tagulandang, Kepualauan Sitaro.(foto: manadosiana.net).
Gunung Api Ruang, Tagulandang, Kepualauan Sitaro.(foto: manadosiana.net).

Data yang didapatkan, akibat erupsi gunung api ruang, sebanyak 223 bangunan hancur di dua Desa tersebut.

Desa Pumpente, Kecamatan Tagulandang hancur akibat erupsi Gunung Ruang.(foto: manadosiana.net)

Dengan rincian, di Desa Pumpente terdapat 96 bangunan yang rusak parah, terdiri dari 79 rumah warga, 2 bangunan rumah ibadah, 1 fasilitas kantor, 2 gedung sekolah, 1 fasilitas kesehatan, dan 11 bangunan lainnya.

Desa Laingpatehi, Kecamatan Tagulandang, Kepulauan Sitaro, porak poranda akibat erupsi Gunung Ruang.(foto: manadosiana.net).

 

Sementara di Desa Laingpatehi sebanyak 127 bangunan mengalami kondisi serupa, dengan rincian rumah tinggal warga 119 rumah, 3 gedung ibadah, 1 fasilitas kantor, 2 gedung sekolah, 1 fasilitas kesehatan, dan 1 bangunan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *