Bitung – Balai Pelatihan Hukum dan HAM (Bapelkum) Sulawesi Utara di Bitung sukses menuntaskan agenda perdana mereka di tahun ini. Kepala Bapelkum Bitung, James Alexander Kaihatu, secara resmi menutup Pelatihan Transformasi Digital Angkatan (PTDA) I Tahun Anggaran 2026, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini bukan sekadar seremoni formal. James menegaskan bahwa ini adalah langkah konkret memperkuat SDM yang adaptif di tengah derasnya arus digitalisasi birokrasi.
Dalam sambutannya, James mengingatkan bahwa transformasi digital seringkali disalahartikan hanya sebatas pengadaan alat atau aplikasi baru. Padahal, inti sesungguhnya ada pada manusianya.
“Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang perubahan mindset dan budaya kerja. Infrastruktur yang hebat sekalipun tidak akan optimal kalau SDM-nya tidak adaptif dan kompeten,” tegas James di hadapan para peserta.
Selama pelatihan, para peserta digembleng dengan berbagai materi krusial, mulai dari, Penguatan Literasi Digital, Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Pengembangan budaya kerja digital di lingkungan Kementerian Hukum RI.
Langkah Bapelkum Bitung ini juga menjadi respon cepat terhadap UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. James berharap, alumni pelatihan ini bisa menjadi motor penggerak di unit kerja masing-masing.
“Saya berharap saudara-saudara menjadi ASN yang tidak cuma jago secara substantif, tapi juga punya literasi digital yang mumpuni. Manfaatkan teknologi secara optimal, aman, dan tetap bertanggung jawab,” tambahnya lagi.
Kesuksesan pelatihan ini tak lepas dari kolaborasi apik. James memberikan apresiasi tinggi kepada para narasumber dan widyaiswara dari, BPSDM Hukum & Pusdatin Kemenkum RI, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Kantor Wilayah serta instansi terkait lainnya.
“Terima kasih juga untuk seluruh panitia dan jajaran Bapelkum Bitung atas profesionalismenya sehingga kegiatan ini berjalan tertib,” ujarnya.
Menutup arahannya, James berpesan agar ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di sertifikat, tapi diimplementasikan secara nyata.
“Hadirkan inovasi yang bikin proses kerja lebih sederhana dan cepat. Ujung-ujungnya, pelayanan publik kita harus semakin berkualitas,” katanya kembali.
Acara penutupan ini turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Manajerial dan Non-Manajerial, P3K Paruh Waktu, hingga tenaga magang Kemenaker yang sedang bertugas di Bapelkum Bitung.







Komentar