manadosiana.net, MANADO – Suasana hangat menyelimuti Graha Gubernuran, Bumi Beringin, saat Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menggelar perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Bukan sekadar seremonial rutin, momentum ini menjadi simbol kuat betapa kokohnya fondasi toleransi di Bumi Nyiur Melambai.
Dalam sambutannya, sosok jenderal yang dikenal disiplin namun egaliter ini membawa pesan mendalam. Baginya, harmoni di Sulut tidak akan tercipta tanpa adanya rasa keadilan.
“Perayaan Imlek bukan sekadar tradisi tahunan. Ini adalah refleksi bagi kita semua. Persoalan sosial hanya bisa tuntas jika kita mampu menghadirkan keadilan yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” tegas Gubernur Yulius.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua Matakin Sulut, Ws Pon Riano Baggy. Di hadapan tamu undangan, ia mengungkapkan rasa haru atas kehadiran sang Gubernur yang dinilai sangat mengayomi.
“Bapak Gubernur Yulius, bagi kami Bapak sudah seperti orang tua sendiri. Terima kasih sudah hadir dan berdiri bersama kami di perayaan ini,” tutur Ws Pon Riano dengan nada rendah hati.
Yang menarik, perayaan kali ini benar-benar mencerminkan wajah asli Sulawesi Utara yang plural. Agenda Imlek tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama umat Muslim dan anak-anak panti asuhan.
Di bawah satu atap, tokoh lintas agama duduk berdampingan. Pemandangan ini seolah menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus, perbedaan bukanlah pembatas, melainkan kekayaan yang dijaga ketat.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Forkopimda Sulut, Walikota Manado, serta para tokoh agama yang kian mempertegas komitmen menjaga kerukunan di tanah Minahasa dan sekitarnya.
