Pilih Absen Upacara HUT RI, Pengamat Politik Sulut Pilih Menyeberang ke Bunaken Usut Listrik Padam 10 Jam

HEADLINE32 Dilihat

manadosiana.net, MANADO — Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulawesi Utara, Taufik M. Tumbelaka, mengambil langkah berani pada Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8). Meski sedianya dijadwalkan menghadiri undangan resmi Upacara Kemerdekaan di Kantor Gubernur Pemprov Sulut untuk mewakili keluarga mantan Gubernur Pertama Sulut, ia justru memilih bertolak ke Pulau Bunaken bersama seorang rekan wartawan demi menyerap langsung aspirasi warga terdampak pemadaman listrik.

Keputusan tersebut diambil setelah Tumbelaka menerima rentetan laporan memprihatinkan dari warga Bunaken sejak Minggu (16/8) sore. Aliran listrik di wilayah destinasi wisata dunia itu dilaporkan padam ekstrem hingga melampaui 10 jam. Situasi ini dinilai sangat parah karena telah mengganggu aktivitas harian masyarakat setempat serta memicu gelombang kekecewaan masif di media sosial.

Atas kondisi yang dinilai lambat ditangani tersebut, anak Gubernur pertama Sulawesi Utara (Alm) Frits Johannes (FJ) Tumbelaka ini, melontarkan kritik keras terhadap jajaran pimpinan PT PLN (Persero) di Sulawesi Utara. Ia menegaskan bahwa teguran serupa yang sebelumnya disampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Paruntu, terbukti belum memicu perbaikan yang signifikan. Oleh karena itu, ia mendesak agar pimpinan PLN Sulut yang bertanggung jawab atas krisis layanan ini segera mengundurkan diri atau diganti.

Alumni Universitas Gadjah Mada ini, sangat menyayangkan pemadaman listrik berskala besar ini terjadi di tengah tingginya arus kunjungan wisatawan dari penjuru dunia. Menurutnya, gangguan pada infrastruktur dasar di area vital destinasi pariwisata internasional dapat merusak reputasi daerah dan mencoreng citra pariwisata Indonesia di mata publik global.

Isu ini menjadi kian krusial lantaran terjadi bersamaan dengan momentum Peringatan HUT Kemerdekaan RI serta menyambut Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Utara pada bulan depan. Bagi Tumbelaka, kegagalan dalam menjaga kestabilan pasokan listrik di kawasan prioritas adalah bentuk kelalaian fatal manajemen pemeliharaan PLN lokal pada momen-momen strategis daerah.

Tumbelaka pun secara terbuka meminta Direksi PLN Pusat untuk mengambil tindakan tegas dan mengevaluasi total kinerja jajaran manajemen PLN di Sulawesi Utara. Jika kualitas pelayanan publik ini tak kunjung membaik, pemecatan pejabat PLN setempat dinilai menjadi langkah paling tepat demi menjaga kepercayaan publik dan ketahanan sektor pariwisata nasional.