manadosiana.net, MANADO — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar di wilayah Sulawesi Utara berada dalam posisi aman. Perseroan juga memperketat pengawasan distribusi untuk menjamin kuota subsidi tepat sasaran.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyatakan bahwa ketahanan stok saat ini mampu memenuhi kebutuhan harian masyarakat, terutama untuk menopang denyut nadi sektor transportasi dan logistik di Bumi Nyiur Melambai.
”Kami memastikan distribusi Biosolar berjalan sesuai peruntukan melalui pengawasan konsisten dan kolaborasi antarinstansi. Upaya ini dilakukan agar sektor produktif tetap terpenuhi secara optimal,” ujar Lilik dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
Optimalisasi Digitalisasi dan Penyaluran
Dalam menjaga integritas penyaluran, Pertamina mengandalkan penguatan ekosistem digital di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap transaksi terverifikasi secara real-time berdasarkan identitas dan kuota kendaraan.
Sesuai regulasi, penyaluran Biosolar diprioritaskan bagi sektor-sektor strategis, di antaranya:
Angkutan umum dan logistik. Usaha perikanan dan pertanian.
Ekonomi Kerakyatan: Pelaku usaha mikro (UMKM).
Tak hanya mengandalkan sistem internal, Pertamina juga memperkuat sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan pemerintah daerah setempat. Langkah preventif ini ditujukan untuk memitigasi risiko penyalahgunaan BBM bersubsidi serta praktik penyelewengan distribusi di lapangan.
Lilik menegaskan bahwa pengawasan yang intensif menjadi variabel kunci dalam menjaga stabilitas pasokan energi. Evaluasi berkala terus dilakukan guna memastikan akses energi yang merata bagi masyarakat yang berhak.
Imbauan dan Transparansi
Perseroan juga mengimbau konsumen untuk tetap bijak dalam mengonsumsi BBM subsidi. Sebagai bentuk transparansi publik, Pertamina membuka kanal pengaduan melalui Pertamina Call Center (PCC) 135.
Masyarakat dapat melaporkan jika menemukan kendala layanan atau adanya indikasi pelanggaran distribusi di wilayah Sulawesi Utara untuk segera ditindaklanjuti oleh otoritas terkait.
Data Operasional Distribusi diantaranya PT Pertamina Patra Niaga Transportasi, Perikanan, Pertanian Digitalisasi.
