Kesaksian Tetangga Pramugari Olen: Dia Anak Baik, Penurut, dan Berprestasi

manadosiana.net, ​MINAHASA – Kepergian Florencia Lolita Wibisono, pramugari Indonesia Air Transport yang gugur dalam tugas, menyisakan duka yang teramat dalam bagi warga Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur. Di mata para tetangga, gadis yang akrab disapa Olen ini bukan sekadar pramugari sukses, melainkan sosok “anak manis” yang tak pernah berubah meski sudah berkarier di ibu kota.

​Rumah duka di Minahasa terus didatangi pelayat. Di antara isak tangis keluarga, para tetangga turut merasa kehilangan sosok yang mereka kenal sejak kecil tersebut.

​Bagi warga sekitar, Olen adalah potret anak muda yang membanggakan lingkungan tempat tinggalnya. Riwayat pendidikannya di Tondano, mulai dari SD GMIM 3 Taler hingga SMA N 1 Tondano, menyisakan memori tentang sosok yang tekun.

​”Dia anak manis sekali, anak baik. Sejak kecil orangnya dengar-dengaran (penurut) dan memang sangat berprestasi,” kenang salah seorang tetangga saat ditemui di rumah duka.

​Keramahan Olen membuat para tetangga merasa sangat terpukul. Bagi mereka, Olen adalah inspirasi bagi anak-anak muda di Kelurahan Taler.

​”Kami tetangga Olen merasa sangat terpukul dengan kepergiannya. Tidak menyangka sosok sebaik dia pergi begitu cepat,” lanjut mereka dengan nada lirih.

​Perjalanan Terakhir Sang Pramugari
​Olen merupakan pramugari yang bertugas dalam penerbangan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport. Pesawat tersebut mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

​Kini, “anak manis” dari Tondano itu telah pulang untuk terakhir kalinya. Jenazah bungsu dari enam bersaudara ini rencananya akan dimakamkan di lahan pekuburan keluarga Maramis-Pakasi di Desa Ranomerut.