manadosiana.net, MINAHASA – Dunia penerbangan Tanah Air tengah berduka atas musibah yang menimpa pesawat ATR 42-500. Di balik tragedi tersebut, terselip cerita tentang dedikasi luar biasa dari salah satu korbannya, Florencia Lolita Wibisono, yang akrab disapa Olen (33).
Bagi rekan-rekan dan jajaran manajemen di Wings Air, Olen bukan sekadar kolega, melainkan sosok teladan yang telah mengabdi selama 14 tahun.
Mantan atasan sekaligus kepala pramugarinya, Yuriko, mengenang Olen sebagai pribadi yang sangat disiplin. Sejak pertama kali masuk sebagai pramugari muda (initial), Olen sudah menunjukkan standar kerja yang tinggi.
”Florencia adalah pramugari yang sangat taat aturan. Apa pun yang berhubungan dengan pekerjaannya, selalu ia laksanakan dengan sangat baik,” kata Yuriko di rumah duka, kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).
Pemegang Jabatan Tertinggi di Kabin
Ketekunan Olen membawanya mencapai posisi yang tidak sembarangan: Company Checker. Ini adalah level tertinggi dalam jajaran instruktur pramugari.
Sebagai Company Checker, Olen memegang tanggung jawab besar, di antaranya,
Audit Internal: Mengecek performa pramugari lain saat di darat maupun di udara.
Penjamin Kualitas: Menjadi “benang merah” atau penghubung terakhir untuk pengecekan final bersama pihak pemerintah (regulator).
”Dia bukan pramugari biasa. Dia adalah instruktur tertinggi yang memastikan standar keamanan dan pelayanan tetap terjaga,” tambah Yuriko.
Meski belakangan komunikasi lebih banyak terjalin melalui media sosial, ikatan emosional antara Yuriko dan Olen tetap kuat. Kabar duka ini menjadi pukulan berat bagi mereka yang pernah bekerja bersamanya.
Yuriko juga menyampaikan apresiasinya kepada Tim Basarnas dan tim gabungan yang telah berhasil mengevakuasi para korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan ekstra.
”Kami sangat kehilangan dia. Doa kami, semoga keluarga dikuatkan menghadapi cobaan ini,” katanya lagi.
