Kepsek Adrie Poluan Berharap Pelaksanaan USAJ 2026 di SD GMIM Noongan Berjalan Baik, Siswa Kelukan Belum Dapat Program MBG

Pemerintah Kabupaten Minahasa

MINAHASA RAYA101 Dilihat

Minahasa, ManadoSiana – Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah SD GMIM Noongan, Adrie A. Poluan, pelaksanaan Ujian Sumatif Akhir Jenjang (USAJ) Tahun 2026 resmi digelar pada Kamis, 7 Mei 2026 pagi. Kegiatan ujian berlangsung dengan tertib dan lancar, diikuti oleh 24 siswa-siswi yang tampak antusias mengikuti seluruh tahapan ujian.dari jumlah 120 siswa yang ada di sekolah SD GMIM Noongan

Kepala Sekolah SD GMIM Noongan, Adrie A. Poluan, S.Pd, menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian ujian dapat berjalan dengan baik hingga selesai.

Ia mengungkapkan rasa syukur karena pelaksanaan ujian tahun ini dapat terlaksana dengan lancar meski sebelumnya sempat terdapat kendala pada jadwal pelaksanaan TKA yang mengakibatkan adanya waktu libur.

Puji Tuhan, pelaksanaan ujian di SD GMIM Noongan bisa berjalan dengan baik. Memang sebelumnya sempat ada libur terkait pelaksanaan TKA, namun saat ini seluruh proses dapat berlangsung lancar ujar Poluan.

Ia juga mengapresiasi peran para guru yang terus memberikan motivasi dan semangat kepada siswa-siswi selama mengikuti ujian. Menurutnya, dukungan moral dari para tenaga pendidik sangat penting untuk membangun rasa percaya diri para peserta ujian.

Para guru terus memberikan semangat kepada siswa-siswi agar mereka tetap percaya diri dan fokus selama mengikuti ujian. Saat ini ada 24 siswa yang mengikuti USAJ di SD GMIM Noongan,” tambahnya.

Sebagai kepala sekolah, Adrie Poluan berharap seluruh siswa dapat memperoleh hasil terbaik dan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan baik. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang berkualitas.

Selain membahas pelaksanaan ujian, pihak sekolah juga menyoroti belum tersalurnya program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD GMIM Noongan. Hingga saat ini, menurut pihak sekolah, belum ada distribusi program MBG bagi para siswa.

Kami dari pihak sekolah sampai saat ini belum menerima pendistribusian program MBG untuk siswa-siswi di SD GMIM Noongan jelasnya.

Kondisi tersebut turut dikeluhkan oleh para siswa yang berharap bisa mendapatkan program bantuan makanan bergizi seperti sekolah-sekolah lain di sekitar wilayah tersebut. Salah satu siswa bahkan mengungkapkan rasa herannya karena sekolah lain yang berada dekat dengan SD GMIM Noongan sudah menerima program tersebut.

Kenapa sekolah lain yang dekat seperti TK sudah menerima, sedangkan kami belum, ungkap salah satu siswa.

Pihak sekolah berharap pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat, dapat memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan gizi anak-anak sekolah demi mendukung proses belajar mengajar yang lebih maksimal.

Tak hanya soal MBG, para guru juga berharap adanya perhatian pemerintah terhadap kondisi bangunan sekolah yang mulai mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Beberapa fasilitas dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan segera demi kenyamanan serta keamanan siswa saat belajar.

Kondisi sekolah saat ini sudah mulai rusak di beberapa bagian dan tentunya membutuhkan perhatian pemerintah ujar salah satu guru.

Dengan adanya kondisi tersebut, pihak sekolah berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat turun langsung melihat situasi SD GMIM Noongan sehingga kebutuhan pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah dapat menjadi prioritas ke depan.(Andreano)

Komentar