Julius Watuseke Adik Dari Dua Jenderal Siap Maju Bangun Desa Pahaleten, Usung Misi Wujudkan Desa Maju Tertib dan Sejahtera

Pemerintah Kabupaten Minahasa

MINAHASA RAYA183 Dilihat

MINAHASA, MANADOSIANA – Figur muda potensial, Julius Vietkie Watuseke AMd.AK, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Calon Hukum Tua Desa Pahaleten, Kecamatan Kakas, pada Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) tahun 2026. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Jumat, 1 Mei 2026, dengan penuh keyakinan untuk mengabdi dan membawa perubahan nyata bagi desa tercinta.

Dengan mengusung misi besar “Wujudkan Desa Maju, Tertib dan Sejahtera, Julius hadir membawa semangat baru dan segudang gagasan strategis demi mendorong pembangunan berkelanjutan di Desa Pahaleten. Ia menegaskan bahwa pencalonannya bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan panggilan hati untuk melayani masyarakat.

“Ini menjadi tantangan sekaligus panggilan bagi saya untuk mengabdi demi masyarakat tercinta Pahaleten,” ungkap Julius.

Dikenal luas sebagai sosok yang ramah dan dekat dengan masyarakat, Julius memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Desa Pahaleten. Ia berasal dari keluarga yang memiliki sejarah panjang dalam kepemimpinan desa. Sang opa, Daud Watuseke dari keluarga besar Watuseke–Maindoka, pernah menjabat sebagai Hukum Tua Desa Pahaleten. Hal ini menjadi inspirasi sekaligus motivasi kuat bagi Julius untuk melanjutkan pengabdian keluarga.

 

Tak hanya itu, Julius juga dibesarkan dalam lingkungan keluarga besar TNI Angkatan Darat. Ayahnya, Letkol TNI (Purn) Hesky Watuseke, merupakan tokoh berpengaruh yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Minahasa selama dua periode dari Fraksi ABRI. Nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat pun telah tertanam kuat dalam dirinya sejak dini.

 

Dalam perjalanan hidupnya, Julius memiliki pengalaman yang cukup luas di berbagai bidang. Dengan latar belakang pendidikan di bidang akuntansi, ia pernah berkarier di Bank Mandiri Manado. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya sebagai pengurus FKPPI Sulawesi Utara serta bagian dari tim pemenangan pasangan YSK-Victory.

 

Julius juga dikenal sebagai seorang pengusaha yang sukses di bidang otomotif, properti, serta usaha ritel. Di sektor pertanian, ia aktif mengelola kebun cengkeh dan lahan persawahan di wilayah Kakas. Pengalaman ini menjadi modal penting dalam memahami kebutuhan ekonomi masyarakat desa, khususnya di sektor pertanian dan UMKM.

 

Di bidang kerohanian, Julius menunjukkan dedikasi tinggi sebagai pelayan gereja. Ia tercatat sebagai anggota Komisi PKB GMIM Petra Sario Tumpaan Manado, Komisi PKB Wilayah Manado Sario, serta terlibat dalam Panitia Hari Persatuan PKB Sinode tahun 2026. Keterlibatannya dalam pelayanan ini memperkuat komitmennya untuk membangun desa tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual.

Kepeduliannya terhadap masyarakat juga terbukti melalui berbagai kegiatan sosial. Julius pernah aktif dalam penanganan pandemi COVID-19 di Desa Pahaleten, memberikan penyuluhan pertanian, serta terlibat langsung dalam kegiatan ronda malam dan aktivitas gereja. Ia juga memiliki berbagai usaha di desa, termasuk pangkalan gas yang turut mendukung perekonomian lokal.

Sebagai pribadi yang hobi bertani dan dikenal sebagai pekerja keras, Julius berharap Desa Pahaleten dapat terus berkembang mengikuti kemajuan zaman, khususnya dalam era digital saat ini. Ia berkomitmen untuk mendorong modernisasi desa dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Dari sisi keluarga, Julius merupakan bagian dari keluarga besar yang memiliki latar belakang kuat di berbagai bidang. Ia memiliki empat bersaudara, yakni:

Brigjen TNI F. Watuseke – Tanor

Brigjen TNI J. Watuseke – Karambut

Novieta Watuseke, ST – Lumataw

Julius Vietkie Watuseke, AMd.AK – Pangerapan (istri: Ancelino Pangerapan, SE., Ak)

Dengan dukungan keluarga besar serta pengalaman yang dimiliki, Julius Watuseke optimistis mampu membawa Desa Pahaleten menuju masa depan yang lebih maju, tertib, dan sejahtera.

Pencalonannya pun diharapkan menjadi energi baru bagi masyarakat untuk bersama-sama membangun desa yang mandiri, transparan, dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman.(Andreano)

Komentar