manadosiana.net, TOMPASO, MINAHASA – Di tengah dinamika politik desa, muncul sosok yang membawa kesejukan melalui pendekatan yang humanis. Joyce Pantow Lampus
, seorang ibu rumah tangga yang dikenal aktif di masyarakat, kini melangkah maju sebagai Bakal Calon Hukum Tua Desa Tempok, Kecamatan Tompaso.
Langkah Joyce ini bukan mengejar jabatan, melainkan panggilan hati untuk memperjuangkan kaum perempuan dan seluruh lapisan masyarakat. Terinspirasi oleh perjuangan R.A. Kartini, Joyce membuktikan bahwa peran seorang ibu tidak hanya terbatas di dalam rumah, tetapi juga mampu menjadi nahkoda yang membawa kemajuan bagi desa.
Kepemimpinan Berbasis Kasih Sayang
Sebagai seorang ibu rumah tangga, Joyce memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Dia memahami betul denyut nadi kebutuhan masyarakat Desa Tempok, mulai dari masalah kesejahteraan keluarga, gizi anak, hingga penguatan ekonomi kreatif perempuan desa.
”Rumah tangga adalah unit terkecil dari negara. Jika kita bisa mengelola keluarga dengan cinta dan ketulusan, maka mengelola desa pun harus didasari oleh perasaan yang sama. Saya ingin menjadi ‘Ibu’ bagi seluruh masyarakat Desa Tempok, yang mendengar keluhan mereka dan merangkul semua tanpa membedakan,” katanya.
Visi & Misi: Mengabdi dengan Ketulusan (JOYCE)
Berdasarkan komitmen tersebut, Joyce Lampus mengusung visi besar untuk menciptakan desa yang inklusif, di mana perempuan dan kelompok rentan mendapatkan perhatian utama.
Visi
”Mewujudkan Desa Tempok sebagai Desa Mandiri yang Berlandaskan Kasih, Keharmonisan, dan Kesejahteraan Bersama.”
Misi (JOYCE)
J – Jiwa Melayani dan Siap Menjadi Berkat: Mengabdikan diri sepenuhnya untuk melayani warga layaknya pengabdian seorang ibu kepada keluarga.
O – Orang Baik dan Rendah Hati: Menjaga etika dan kerukunan antarwarga dalam setiap pengambilan kebijakan.
Y – Yakin Amanah dan Transparan: Menjaga kepercayaan warga dalam pengelolaan dana desa dengan kejujuran mutlak.
C – Ciptakan Kemajuan Membangun: Memperjuangkan program pemberdayaan perempuan (PKK/UMKM) dan pembangunan infrastruktur desa yang tepat sasaran.
E – Empati dan Peduli: Selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam membantu warga yang kurang mampu dan membutuhkan pertolongan cepat.
Dengan moto “Ketulusan dalam Memberi, Kekuatan dalam Melayani,” Joyce Pantow Lampus mengajak kaum perempuan di Desa Tempok untuk bangkit dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa semangat Kartini tetap hidup di tanah Minahasa: bahwa dari ketulusan seorang ibu, kemajuan besar dapat bermula.
“Saya berdiri di sini bukan sebagai orang yang paling hebat, tapi sebagai seorang ibu yang tidak bisa diam melihat tetangganya kesulitan. Bagi saya, Desa Tempok adalah rumah besar kita semua. Seorang ibu tidak akan bisa tidur nyenyak jika tahu ada anaknya yang lapar atau rumahnya rusak. Itulah yang saya rasakan terhadap desa ini,” katanya.
“Saya ingin memastikan bahwa setiap perempuan di desa ini didengar, setiap anak memiliki masa depan, dan setiap orang tua merasa diayomi. Kekuatan saya bukan pada kuasa, tapi pada ketulusan untuk melayani bapak, ibu, dan saudara sekalian sebagai keluarga sendiri,” tambahnya.(TIM)
