Hanafi Saleh, SH Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026: Menyalakan Cahaya Kebijaksanaan, Merawat Kedamaian dan Persaudaraan dalam Keberagaman

MINAHASA RAYA208 Dilihat

manadosiana.net, MINUT – Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026 menjadi momentum yang sarat makna bagi umat Buddha di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Perayaan suci yang memperingati kelahiran, pencapaian Pencerahan Agung, dan Parinibbana Sang Buddha Gautama ini tidak hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga mengandung pesan universal tentang cinta kasih, kebijaksanaan, kedamaian, dan penghormatan terhadap sesama manusia.

Di tengah kehidupan bangsa yang majemuk, semangat Waisak hadir sebagai pengingat bahwa kedamaian sejati lahir dari hati yang penuh welas asih, sikap saling menghargai, dan komitmen untuk menjaga harmoni dalam keberagaman.

Pengacara senior sekaligus tokoh masyarakat Desa Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, Hanafi Saleh, SH, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026 kepada seluruh umat Buddha yang merayakannya.

Dalam pesannya, Hanafi Saleh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Waisak sebagai momentum refleksi diri, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, serta menumbuhkan semangat persaudaraan yang melampaui sekat perbedaan agama, suku, maupun latar belakang sosial.

“Saya mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026 kepada seluruh umat Buddha. Semoga cahaya kebijaksanaan Sang Buddha senantiasa menerangi setiap langkah kehidupan, menghadirkan kedamaian dalam hati, menumbuhkan kasih sayang kepada sesama, serta memperkuat persaudaraan dalam keberagaman bangsa Indonesia,” ujar Hanafi Saleh.

Sebagai praktisi hukum yang selama ini dikenal aktif menyuarakan keadilan dan kepentingan masyarakat, Hanafi Saleh menilai bahwa nilai-nilai yang diajarkan dalam Waisak memiliki relevansi yang sangat kuat dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, kejujuran, pengendalian diri, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap martabat manusia merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang beradab dan harmonis.

“Waisak mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik. Kedamaian dunia tidak dimulai dari tempat yang jauh, melainkan dari hati yang mampu mengendalikan amarah, menumbuhkan empati, dan memilih jalan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Hanafi juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang dibangun di atas keberagaman. Oleh karena itu, toleransi dan persatuan harus terus dijaga sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

Menurutnya, perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan anugerah yang memperkaya kehidupan bersama.

“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dipersatukan dalam semangat saling menghormati. Dari keberagaman itulah kita belajar tentang arti persaudaraan yang sesungguhnya. Ketika hati dipenuhi kasih sayang, maka kedamaian akan menemukan jalannya,” tuturnya.

Hanafi Saleh mengaku bangga melihat kehidupan masyarakat Sulawesi Utara yang selama ini dikenal sebagai contoh nyata kerukunan antarumat beragama. Nilai-nilai toleransi yang telah diwariskan para pendahulu, menurutnya, harus terus dijaga dan ditanamkan kepada generasi muda agar tetap menjadi identitas yang membanggakan.

Lebih lanjut, ia berharap Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama, terutama di tengah berbagai tantangan kehidupan yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Tidak ada kekayaan yang lebih berharga daripada hati yang penuh kasih. Tidak ada kemenangan yang lebih mulia daripada kemampuan memaafkan. Dan tidak ada warisan yang lebih bernilai daripada kedamaian yang kita tinggalkan bagi anak cucu kita kelak,” kata Hanafi.

Menutup pesannya, Hanafi Saleh mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga Kabupaten Minahasa Utara dan Desa Wori, untuk terus menebarkan kebaikan, menjaga persatuan, serta memperkuat rasa kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026. Semoga Cahaya Dharma senantiasa menerangi kehidupan kita semua, menumbuhkan kebijaksanaan dalam setiap langkah, menghadirkan kedamaian bagi bangsa Indonesia, serta membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.” pungkasnya.

Komentar