Kepala BGN Ditangkap, Praktisi Hukum: Ini ‘Tanda Awas’ dari Presiden untuk Semua Pejabat

HEADLINE143 Dilihat

manadosiana.net, MANADO – ​Penangkapan dan penetapan status tersangka terhadap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai bukan sekadar penegakan hukum biasa. Praktisi hukum Hanafi Saleh, SH., menganggap momentum ini sebagai warning keras atau tanda awas yang dikirimkan langsung oleh Istana dan Korps Adhyaksa.

​Langkah berani ini memperlihatkan bahwa tidak ada tempat bersembunyi bagi pejabat negara yang berani menyentuh dana rakyat. Presiden Prabowo Subianto dan Jaksa Agung dinilai sengaja mempertontonkan ketegasan ini sebagai shock therapy bagi instansi lainnya.

​Hanafi menyebut tindakan ini sebagai peringatan bagi seluruh pejabat publik di bumi Nusantara dari tingkat pusat hingga daerah. Peringatan ini berlaku untuk semua jenis tindakan korupsi, tanpa memandang besar atau kecilnya nominal uang yang dikorupsi.

​”Hal semacam itu adalah suatu tanda awas yang dipertontonkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia dan Kepala Kejaksaan Agung kepada seluruh masyarakat di bumi Nusantara agar berhati-hatilah atau jauhilah kejahatan korupsi,” tegas Hanafi.

​Dirinya mengingatkan agar seluruh abdi negara menjadikan kasus di Badan Gizi Nasional ini sebagai pelajaran berharga. Kehati-hatian dalam mengelola anggaran negara kini menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

​”Jauhilah kejahatan-kejahatan yang berbentuk korupsi sampai sekecil apa pun juga,” katanya sembari mengingatkan pentingnya menjaga integritas di setiap lini birokrasi pemerintahan.(RED)

Komentar