Dramatis! Gol Menit Akhir Bungkam Persmin, Persma 1960 Segel Tiket Semifinal Piala Gubernur

BOLA & SPORT44 Dilihat

manadosiana.net, MANADO – Persma 1960 Manado sukses memastikan diri melangkah ke babak semifinal Piala Gubernur Sulut 2025/2026. Menghadapi rival sengit, Persmin Minahasa, tim berjuluk Badai Biru ini menang tipis 1-0 dalam laga pemungkas Grup D di Stadion Klabat, Manado, Jumat (10/4/2026).

​Kemenangan ini tidak hanya membawa gengsi sebagai penguasa Sulawesi Utara, tetapi juga mengukuhkan posisi Persma 1960 sebagai jawara Grup D.

​Sejak peluit kick-off dibunyikan, tensi tinggi langsung tersaji. Kedua tim tampil agresif dan saling jual beli serangan. Persmin yang mengandalkan kolektivitas tim berulang kali mencoba membongkar pertahanan tuan rumah, namun lini belakang Persma tampil begitu disiplin.

​Skor kacamata 0-0 bertahan hampir di sepanjang laga, membuat publik Stadion Klabat sempat dilanda kecemasan. Namun, sepak bola benar-benar membuktikan bahwa laga belum usai sebelum wasit meniup peluit panjang.

Drama terjadi di masa injury time! Tepat pada menit ke-94, Muhammad Irgi Panigoro muncul sebagai pahlawan. Berawal dari kemelut di depan gawang Persmin, Irgi dengan sigap menyambar bola liar yang gagal dihalau dengan sempurna oleh pertahanan lawan. Gol! Stadion Klabat pun bergemuruh menyambut gol tunggal yang mengunci kemenangan Persma.

​Pelatih Persma 1960, Feryandes Rozialta, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas determinasi anak asuhnya. Ia menilai kesabaran menjadi kunci utama timnya memenangkan laga bertajuk Derby ini.

​”Kemenangan ini untuk rakyat Manado. Kami bermain tenang dan tidak terburu-buru. Kami yakin pertandingan belum selesai sebelum peluit akhir. Gol Irgi sangat sempurna di menit akhir,” ujar Feryandes usai laga.

​Feryandes juga membeberkan instruksi khususnya di menit-menit krusial. “Saya instruksikan pemain untuk terus menekan ke kotak penalti dan memanfaatkan peluang bola kedua (second ball). Strategi itu terbukti berbuah manis,” tambahnya.

​Di sisi lain, pelatih Persmin Minahasa, Marten Tao, menerima kekalahan ini dengan lapang dada. Legenda sepak bola Sulawesi Utara ini mengakui bahwa fokus timnya sedikit kendur di detik-detik akhir.

​”Selamat untuk Persma 1960. Kami kecolongan di dua menit terakhir, itulah sepak bola. Kedua tim bermain luar biasa, dan ini menjadi evaluasi besar bagi kami ke depan,” ungkap Marten.

​Meski tersingkir di babak 6 besar, Marten enggan menyalahkan perangkat pertandingan dan lebih memilih fokus pada pengembangan talenta muda Minahasa melalui kompetisi yang berkelanjutan.

​Dengan hasil manis ini, Persma 1960 Manado akan menantang Klabat Jaya Sakti di babak semifinal. Feryandes Rozialta menegaskan akan menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi lawan yang dikenal memiliki karakter permainan yang kuat tersebut.

Komentar