Minahasa, ManadoSiana — Tokoh masyarakat Desa Amogena Satu, Wanda Helmi Rewah (WHR), menyatakan kesiapan dirinya untuk maju dalam Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) tahun 2026. Dengan tekad kuat dan dukungan dari berbagai kalangan, WHR hadir membawa harapan bagi masyarakat untuk mendorong kemajuan desa yang lebih baik ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (26/04/2026), di Desa Amogena Satu, Kabupaten Minahasa. Dalam keterangannya, Wanda Helmi Rewah menegaskan bahwa pencalonannya merupakan bentuk panggilan untuk melayani masyarakat.
Saya ingin membawa Desa Amogena Satu menjadi desa yang maju, berkembang, dan sejahtera,” ungkap WHR.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak lepas dari sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, serta dukungan penuh dari masyarakat. Oleh karena itu, dirinya berharap adanya kolaborasi yang kuat demi mewujudkan visi pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam proses menuju pencalonan, WHR bersama tim telah mulai melengkapi berbagai persyaratan administrasi. Kegiatan ini ditandai dengan penyerahan berkas awal kepada panitia penyelenggara Pilhut sebagai bagian dari tahapan pendaftaran bakal calon Hukum Tua di Desa Amogena Satu. Panitia sendiri mengingatkan pentingnya kelengkapan dokumen sesuai ketentuan yang berlaku agar proses pencalonan dapat berjalan lancar.
Selain itu, panitia juga menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama tahapan Pilhut berlangsung. Diharapkan seluruh kandidat dan pendukung dapat menciptakan suasana yang kondusif, saling menghormati, serta tetap menjaga persatuan di tengah dinamika demokrasi desa.
Dukungan terhadap WHR juga datang dari pihak keluarga dan kerabat dekat yang optimis bahwa dirinya mampu membawa perubahan positif bagi Desa Amogena Satu. Mereka menilai WHR memiliki komitmen, kepedulian, serta semangat untuk membangun desa secara menyeluruh.
Dengan semangat Wujutkan Harapan Rakyat, Wanda Helmi Rewah bertekad menjadikan Desa Amogena Satu sebagai desa yang mandiri, dan berdaya saing. Pilhut 2026 pun diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan pembangunan desa ke depan.
(Andreano)







Komentar