Sentil Dispertanak, Legislator Sulut Angelia Wenas Pertanyakan Minimnya Bantuan Petani di BMR

NEWS27 Dilihat

manadosiana.net, Manado – Anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Angelia Regina Wenas, mengkritik kinerja Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Sulut terkait distribusi bantuan bagi petani dan peternak yang dinilai makin minim.

Hal ini ditegaskan Angelia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Sulut bersama Dispertanak pada Senin (2/3/2026). Legislator dapil Bolaang Mongondow Raya (BMR) ini menyoroti keresahan warga di akar rumput.

“Masyarakat awam tidak memahami secara rinci kebijakan efisiensi yang sedang berlangsung. Mereka hanya melihat realita bahwa bantuan yang biasanya tersedia, kini jauh berkurang,” ujar Angelia.

Dorong Program Ayam Terintegrasi: Belajar dari Gorontalo

Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian Angelia adalah nasib program ayam terintegrasi. Ia merasa heran mengapa Sulawesi Utara tampak tertinggal dari provinsi tetangga dalam menjemput program pusat.

  • Pentingnya Koordinasi: Angelia menilai realisasi program besar memang menantang, namun bukan mustahil jika ada lobi yang kuat ke pemerintah pusat.

  • Perbandingan Wilayah: Ia mencontohkan Provinsi Gorontalo yang sukses mendapatkan program tersebut.

  • Sentilan Serius: “Provinsi Gorontalo saja bisa mendapatkan program itu, kenapa kita tidak? Ini hanya soal keseriusan dan koordinasi,” tegasnya.

Waspada Telur Impor dari Luar Daerah

Tak hanya soal bantuan, Angelia juga menyoroti maraknya pasokan telur ayam yang didatangkan dari luar daerah ke pasar Sulut. Ia khawatir hal ini akan memukul psikologi pasar dan merugikan peternak lokal.

Menurutnya, pengawasan ketat harus dilakukan karena menyangkut dua hal utama:

  1. Kualitas Produk: Standar kesehatan dan kesegaran telur dari luar daerah sulit dipantau jika pengawasan lemah.

  2. Stabilitas Harga: Pasokan yang tak terkontrol berisiko merusak harga pasar yang selama ini dijaga peternak lokal.

“Keberpihakan kepada petani lokal harus jadi prioritas di tengah kondisi ekonomi saat ini. Harga harus tetap stabil, jangan sampai petani dan peternak lokal kalah bersaing,” pungkas Angelia.

Komentar