Refleksi Kasih dan Kemenangan Iman Jemaat Lembah Kasih Tataaran 2 di Hari Paskah

NEWS73 Dilihat

manadosiana.net, ​MINAHASA – Menghayati makna kebangkitan Yesus Kristus, Jemaat GMIM Lembah Kasih Tataaran 2, Wilayah Tondano Enam, menggelar perayaan Paskah dengan semangat persekutuan yang kental.

Melalui berbagai kegiatan lomba yang melibatkan seluruh elemen jemaat, perayaan ini menjadi momentum untuk mempererat tali kasih dan semangat melayani antar sesama.

​Ketua Jemaat, Pdt. Fenny Mosal, M.Th, menyampaikan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wujud nyata dari sukacita Paskah yang mempersatukan.

Rayakan Paskah 2026, Jemaat GMIM Lembah Kasih Tataaran 2 menggelar lomba masak nasi goreng khusus bapak-bapak untuk mempererat kebersamaan dan semangat melayani.

Salah satu yang menarik perhatian adalah lomba memasak Nasi Goreng yang diikuti oleh bapak-bapak Pria Kaum Bapa (PKB), sebagai simbol kerendahan hati untuk melayani keluarga dan jemaat.

​Melayani dengan Sukacita
​Ketua Panitia Hari-Hari Raya Gerejawi (H2RG), Lucky D.H. Mandagi, SE, MH, menekankan bahwa keterlibatan kaum bapak dalam urusan dapur merupakan bentuk edukasi tentang kemandirian dan pelayanan.

​”Paskah mengajarkan kita tentang pengorbanan dan pelayanan. Melalui lomba ini, kami ingin bapak-bapak menunjukkan bahwa mereka tidak hanya siap dipimpin, tetapi juga siap melayani dengan sukacita, bahkan dalam hal-hal kecil seperti memasak untuk sesama,” tutur Lucky, Minggu (5/4/2026).

​Enam perwakilan kolom menampilkan kreasi terbaik mereka. Nama-nama hidangan yang disajikan pun memiliki nuansa unik, seperti:

​Kolom 3 yang menghidangkan “Nasi Goreng Golgota”, sebuah nama yang merujuk pada bukit tempat penebusan dosa manusia dilakukan.

​Kolom 5 dengan menu “Nasi Goreng Bujangan”.

​Kolom 6 yang tampil sederhana namun bermakna melalui “Nasi Goreng Kampung”.

​Persekutuan dalam Keberagaman
​Tim juri yang terdiri dari para pelayan Tuhan, yakni Pdt. Fenny Mosal, M.Th, Pdt. Winda Novita Bone, S.Th, dan Pdt. Non Ezra Wanda Supit, M.Th, memberikan penilaian secara mandiri dan objektif.

​Pdt. Fenny menegaskan bahwa setiap peserta adalah pemenang dalam hal kebersamaan.

“Semua jemaat dari Kolom 1 sampai 6 telah menunjukkan kerja keras dan kreativitas yang luar biasa. Masakannya semua enak, namun yang terpenting adalah bagaimana kita merayakan Paskah ini dalam harmoni dan kasih persaudaraan,” jelasnya.

​Hasil Akhir dan Ucapan Syukur
​Setelah melalui proses penilaian yang ketat, Kolom 6 berhasil keluar sebagai Juara 1 dengan raihan skor tertinggi, yakni 53.00 poin. Berikut adalah daftar lengkap perolehan nilai sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi jemaat:

Juara I Kolom 6 – 53.00 Poin
Juara II Kolom 5 – 52.50 Poin
Juara III Kolom 3 – 52.16 Poin
Juara Harapan I Kolom 4 – 52.00 Poin
Juara Harapan II Kolom 2 – 51.83 Poin
Juara Harapan III Kolom 1 – 49.83 Poin.

Roni Wowor, peserta dari Kolom 6, menutup kegiatan dengan ucapan syukur kepada Tuhan. Menurutnya, kemenangan ini adalah bonus, sementara kebersamaan jemaat adalah berkat yang paling utama.

​”Puji Tuhan, semua ini karena perkenanan-Nya. Kami berharap semangat Paskah ini tidak berhenti di sini, tetapi terus membakar semangat kami untuk saling mengasihi dan membangun Jemaat Lembah Kasih kedepannya,” pungkasnya.

Komentar