Reporter: Febry Kodongan
manadosiana.net, MANADO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara kembali memfasilitasi dialog antara masyarakat, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, dan PT Meares Soputan Mining (MSM) pada Senin, 4 Mei 2026. Pertemuan ini bertujuan mencari jalan keluar atas polemik infrastruktur jalan baru di wilayah lingkar tambang.
Persoalan utama yang mencuat adalah kondisi jalan eksisting yang menghubungkan Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung. .
Mewakili suara warga, Herman, menyatakan kekecewaannya terhadap lambatnya penanganan jalan nasional tersebut. Menurutnya, aktivitas ekonomi dan mobilitas warga terganggu akibat kerusakan yang kian parah.
“Kondisinya sudah sangat membahayakan. Kami berharap pertemuan ini menghasilkan titik temu yang konkret, bukan sekadar janji, mengingat jalan ini adalah urat nadi yang menghubungkan dua daerah,” ujar Herman.
Masyarakat sekitar area ladang dan pemukiman terus melontarkan keluhan karena merasa aktivitas harian mereka terhambat oleh kondisi jalan yang terdampak oleh aktivitas di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menanggapi hal tersebut, manajemen PT MSM anak usaha PT Archi Indonesia Tbk menyatakan komitmennya untuk terlibat dalam solusi bersama. Perusahaan tambang emas ini menyambut baik langkah DPRD Sulawesi Utara yang proaktif menjembatani aspirasi warga dengan pihak swasta dan pemerintah.
Pimpinan PT MSM menyampaikan apresiasi kepada legislatif atas fasilitasi dialog ini. Mereka berharap persoalan infrastruktur tersebut dapat diselesaikan secara damai dan memberikan keuntungan bagi semua pihak.
“Kami menerima seluruh aspirasi yang disampaikan. PT MSM berharap setiap persoalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin hingga ditemukan kesepakatan bersama,” ucap Presiden Direktur PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) David Sompie.
