Minahasa, ManadoSiana – Di bawah kepemimpinan Hukum Tua Desa Leleko, Paula Kindangan, Pemerintah Desa (Pemdes) Leleko terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa melalui kegiatan rutin Jumat Bersih.
Kegiatan pembersihan lingkungan tersebut kembali dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, dengan menyasar sejumlah titik di sepanjang jalan umum dan area pemukiman warga Desa Leleko.

Kegiatan Jumat Bersih ini melibatkan perangkat desa, aparat kewilayahan, serta masyarakat setempat yang secara sukarela turut ambil bagian dalam membersihkan sampah, selokan, dan rumput liar di sekitar kompleks desa.
Suasana gotong royong tampak begitu kental, mencerminkan semangat kebersamaan antara pemerintah desa dan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Hukum Tua Desa Leleko, Paula Kindangan, mengatakan bahwa kegiatan pembersihan ini merupakan agenda rutin Pemdes Leleko sebagai upaya menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Kegiatan Jumat Bersih ini kami lakukan secara rutin sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga kebersihan dan keindahan Desa Leleko. Lingkungan yang bersih tentu berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan masyarakat, ujar Kindangan di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa semata, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, Pemdes Leleko terus mengajak warga untuk menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.
Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Leleko agar selalu menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, dan ikut berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan kebersihan yang dilaksanakan, tambahnya.
Menurut Kindangan, budaya hidup bersih harus ditanamkan sejak dini agar dapat menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. Dengan lingkungan yang terjaga kebersihannya, desa akan terlihat lebih tertata, asri, serta terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang kotor.
Kegiatan Jumat Bersih ini pun mendapat respons positif dari masyarakat yang berharap program tersebut terus dilaksanakan secara konsisten. Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga dinilai mampu mempererat hubungan sosial antarwarga dan memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat desa.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kegiatan pembersihan masih terus berlanjut hingga siang hari dengan fokus pada titik-titik yang dinilai rawan sampah dan genangan air.
(Andreano)







Komentar