manadosiana.net, MANADO – Isu kebebasan akademik menjadi sorotan utama dalam aksi demonstrasi di Kantor DPRD Sulut, Selasa (5/5). Massa aksi mengecam keras adanya dugaan intervensi aparat dan tindakan represif yang menimpa rekan-rekan mereka di lingkungan kampus.
“Kami menolak militerisasi kampus dan menuntut jaminan kebebasan berekspresi tanpa bayang-bayang skorsing,” teriak salah satu orator di hadapan Sekwan Niklas Silangen.

Sorotan Utama Massa:
Intervensi Aparat: Mahasiswa mendesak agar kehidupan akademik dibebaskan dari campur tangan militer dan aparat keamanan.
Darurat Kekerasan Seksual: Mendesak pihak kampus dan pemerintah memberikan perlindungan transparan bagi korban kekerasan seksual di perguruan tinggi.
Sanksi Akademik: Menuntut pencabutan skorsing bagi mahasiswa yang kritis menyuarakan pendapat.
Menanggapi hal tersebut, Sekwan Niklas Silangen berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara perwakilan mahasiswa dengan komisi terkait di DPRD yang membidangi pendidikan dan hukum.





Komentar