MANADO – Suasana khidmat menyelimuti Stadion Klabat, Manado, pada Kamis (2/4/2026) sore. Sebelum peluit pertandingan antara Permisel dan Bolsel FC ditiupkan dalam lanjutan Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Utara, panitia pelaksana (Panpel) mengajak seluruh pemain, wasit, dan penonton untuk mengheningkan cipta.
Penghormatan ini ditujukan bagi Deyce Lahia (69 tahun), salah satu korban meninggal dalam peristiwa gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara pada Kamis pagi..
“Kami memohon penonton untuk berdiri sejenak. Mari kita mengheningkan cipta atas meninggalnya Oma Deyce Lahia dalam musibah gempa bumi tadi pagi,” ujar perwakilan Panpel melalui pengeras suara di sela pertandingan.
Deyce Lahia bukan sosok asing di dunia olahraga Sulawesi Utara. Ia merupakan kakak kandung dari legenda tinju Indonesia, Ilham Lahia, serta Jack Lahia. Kabar duka ini menyisakan kesedihan mendalam bagi komunitas olahraga di Bumi Nyiur Melambai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut terjadi di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) KONI, Kecamatan Sario, Kota Manado. Saat getaran hebat melanda, Deyce sedang berada di warung makan tempatnya bekerja yang berlokasi tepat di samping gedung GOR.
Saksi mata menyebutkan, sesaat sebelum kejadian, Deyce baru saja selesai menyapu di depan kios dan masuk ke dalam untuk membeli rokok. Saat itulah guncangan keras terjadi.
“Seorang pria yang sedang joging di depan warung sempat berteriak memanggilnya agar segera keluar bangunan,” ujar salah satu kerabat korban.
Nahas, saat Deyce mencoba menyelamatkan diri ke luar bangunan, beton dari bagian samping gedung GOR KONI runtuh dan mengenai bagian kepalanya. Korban dilaporkan meninggal di lokasi kejadian. Sementara itu, pria yang mencoba menolongnya dilaporkan selamat namun mengalami luka serius di bagian tangan kanan akibat hantaman material bangunan.
Hingga saat ini, pihak otoritas terkait masih melakukan pendataan terhadap kerusakan infrastruktur dan total korban akibat gempa yang berpusat di darat tersebut. Laga Liga 4 sore tadi pun menjadi momentum solidaritas bagi publik sepak bola Sulawesi Utara di tengah suasana duka daerah.







Komentar