Minahasa, ManadoSiana — Upaya pelestarian sejarah serta penghormatan terhadap jasa Pierre Andries Tendean terus diwujudkan oleh masyarakat Minahasa melalui berbagai kegiatan positif yang melibatkan lintas komunitas, baik dari dalam maupun luar negeri.
Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut terlihat dalam pertemuan yang digelar oleh Kerukunan Warga Pinaesaan Remboken (KWPR) USA bersama KWPR Sulawesi Utara, yang berlangsung di Gakgaran Mata Tumbak, Desa Sinuian, Kecamatan Remboken.
Kegiatan ini diprakarsai oleh panitia penyelenggara pembangunan patung sebagai simbol penghormatan kepada pahlawan nasional asal Minahasa tersebut. Pertemuan ini juga menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kekeluargaan antar warga Remboken, khususnya yang berada di perantauan dan kampung halaman.
Ketua panitia, Jems Karinda, dalam penyampaiannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa pertemuan ini bukan hanya sekadar agenda formal, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat tali kebersamaan dan persatuan antar sesama warga Remboken.
Pertemuan ini menjadi momen yang sangat berarti bagi kita semua. Selain membahas rencana pembangunan patung, ini juga menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan antara KWPR USA dan KWPR Sulut,” ujar Karinda.
Terpantau, sejumlah warga Remboken yang telah sukses di Amerika Serikat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata kepedulian diaspora terhadap pembangunan dan pelestarian sejarah di daerah asalnya.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman keluarga Persih, di wilayah Gakgaran Mata Tumbak, Desa Sinuian, diawali dengan doa bersama sebagai bentuk ungkapan syukur dan harapan agar seluruh rangkaian rencana kegiatan dapat berjalan dengan baik dan mendapat berkat.
Dalam agenda utama, para peserta membahas secara mendalam rencana pemasangan patung Pierre Andries Tendean yang akan ditempatkan di Desa Timu, Kecamatan Remboken.
Patung tersebut direncanakan sebagai simbol penghormatan terhadap jasa besar sang pahlawan nasional yang merupakan putra kelahiran Remboken.
Pembangunan patung ini diharapkan tidak hanya menjadi monumen sejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan menghargai perjuangan para pahlawan bangsa.
Seluruh rangkaian kegiatan pertemuan berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan. Antusiasme peserta terlihat tinggi, menandakan adanya semangat kolektif dalam mendukung suksesnya pembangunan patung tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, direncanakan akan dilaksanakan peletakan batu pertama secara simbolis dalam waktu dekat. Kegiatan tersebut akan menjadi langkah awal dimulainya pembangunan patung pahlawan nasional di wilayah Remboken.
Panitia berharap seluruh elemen masyarakat dapat turut mendukung dan berpartisipasi dalam proses pembangunan ini, sehingga tujuan pelestarian sejarah dan penghormatan kepada jasa pahlawan dapat terwujud dengan baik.(Andreano)
