Karo Sulut Anna Easter Pangalila Buka Kegiatan Peran dan Fungsi Wanita dalam Keluarga di Kakas

Pemerintah Provinsi Sulut

NASIONAL101 Dilihat

Minahasa, ManadoSiana – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sulawesi Utara, Anna Easter Pangalila, memaparkan pentingnya peran dan fungsi wanita dalam keluarga kepada Wanita Kaum Ibu Jemaat Eden Talikuran Kakas, Rabu (13/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan tersebut dihadiri para wanita kaum ibu yang antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan. Dalam pemaparannya, Anna Easter Pangalila menjelaskan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun keluarga yang harmonis, kuat, serta takut akan Tuhan.

Menurutnya, seorang wanita tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga sebagai pendidik pertama dalam keluarga. Karena itu, perempuan dituntut memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual agar mampu membimbing keluarga menghadapi perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang terus bertumbuh dengan cepat.

“Perempuan harus mampu menjadi contoh yang baik di tengah keluarga. Bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dalam menghadapi berbagai persoalan rumah tangga maupun kehidupan sosial,” ujar Pangalila di hadapan peserta kegiatan.

Dalam sesi pertama pemaparan, Kepala Biro Kesra Sulut menjelaskan tiga peran utama wanita dalam keluarga. Ia menekankan bahwa seorang ibu memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter anak-anak serta menjaga keharmonisan rumah tangga.

Sementara pada sesi kedua, Anna Easter Pangalila mengangkat pembacaan firman Tuhan yang diambil dari Kitab Ulangan 6 ayat 7. Dalam penjelasannya, ia mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai iman dan kasih kepada anggota keluarga sejak dini.

Ia juga menyoroti karakter seorang perempuan yang harus kuat dan mampu menyesuaikan diri di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat. Menurutnya, wanita masa kini harus memiliki wawasan luas agar mampu menjadi pendamping yang baik bagi suami dan teladan bagi anak-anak.

“Tanpa kita sadari, sebenarnya seorang ibu adalah guru di dalam keluarga. Kita mengajarkan banyak hal, mulai dari sikap, tutur kata, kasih sayang, hingga bagaimana hidup yang berkenan kepada Tuhan dan sesama,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh wanita kaum ibu untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga pengendalian emosi, serta menjadi pribadi yang takut akan Tuhan. Sikap tersebut dinilai sangat penting untuk menciptakan keluarga yang sehat, harmonis, dan penuh kasih.

Para peserta terlihat aktif mengikuti kegiatan hingga sesi akhir. Dalam kesempatan itu juga digelar sesi tanya jawab bersama Wanita Kaum Ibu Jemaat Eden Talikuran Kakas yang berlangsung interaktif dan penuh semangat.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan para wanita kaum ibu semakin memahami pentingnya peran mereka dalam keluarga, gereja, dan lingkungan masyarakat, sekaligus mampu menjadi teladan yang baik di tengah perkembangan zaman modern saat ini.

(Andreano)