manadosiana.net, MINAHASA – Sebanyak 129 desa di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, bersiap menggelar pesta demokrasi tingkat desa melalui Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak tahun 2026. Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Sulut, Gracia Yubelinda Oroh, meminta masyarakat tetap menjaga kerukunan meski berbeda pilihan.
Gracia menegaskan bahwa Pilhut adalah fondasi demokrasi yang paling bersentuhan langsung dengan kehidupan warga. Oleh karena itu, integritas dalam pelaksanaannya tidak bisa ditawar.
“Pesta demokrasi tingkat desa ini harus disambut dengan sukacita, bukan dengan permusuhan yang merusak tatanan kekeluargaan di desa. Saya berharap masyarakat Minahasa tidak terpecah belah,” ujar Gracia, yang juga menjabat sebagai Bendahara Gerindra Minahasa tersebut.
Profesionalisme Panitia dan Politik Sehat
Personel Komisi III DPRD Sulut ini juga memberikan peringatan keras kepada panitia pemilihan, baik di tingkat desa maupun kabupaten, agar tetap menjaga profesionalitas dan netralitas.
Menurutnya, sikap memihak hanya akan membuka celah sengketa yang merugikan semua pihak. Ia mendorong para calon untuk beradu gagasan ketimbang menjatuhkan lawan.
Fokus Utama: Program kerja yang inovatif untuk kemajuan desa.
Larangan: Penggunaan kampanye hitam (black campaign) dan politik uang.
Harapan: Proses yang transparan dan akuntabel melalui pengawasan aktif masyarakat.
Sinergi dengan Program Pemerintah
Lebih lanjut, legislator Dapil Minahasa-Tomohon ini menilai Pilhut 2026 adalah momentum krusial untuk melahirkan pemimpin desa yang mampu bersinergi dengan pemerintah pusat maupun daerah.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan selama tahapan berlangsung. Gunakan hak pilih dengan bijak untuk memilih calon yang mampu membawa kemajuan nyata bagi desa,” tambahnya.
Progres Tahapan Pilhut Minahasa
Pemerintah Kabupaten Minahasa sendiri telah resmi meluncurkan tahapan Pilhut 2026 sejak Maret lalu. Saat ini, fokus utama terletak pada:
Kesiapan regulasi teknis.
Alokasi anggaran yang tepat sasaran.
Skema pengamanan untuk menjamin pemilu yang jujur dan adil (Jurdil).
“Mari tetap jaga persaudaraan, persatuan, dan kesatuan. Saling menghargai pilihan masing-masing demi Minahasa yang lebih baik,” tutup Gracia.
