IRONI KELANGKAAN GAS DI REMBOKEN MINAHASA, PICU KONFLIK RUMAH TANGGA

Pemerintah Kabupaten Minahasa

MINAHASA RAYA91 Dilihat

Minahasa, ManadoSiana –Kelangkaan gas elpiji di Kabupaten Minahasa hingga saat ini masih menjadi keluhan utama masyarakat. Pasokan yang dinilai belum stabil menyebabkan keresahan di tengah warga, bahkan memicu konflik dalam rumah tangga akibat sulitnya memenuhi kebutuhan sehari-hari.Sabtu 21 Maret 2026.

Di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Remboken, kondisi ini mulai berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. Beberapa warga mengaku kerap terjadi pertengkaran antara suami dan istri yang dipicu oleh kelangkaan gas untuk memasak dan keperluan rumah tangga lainnya.

Salah satu warga juga Yoanda, mengungkapkan keluhannya terkait sulitnya mendapatkan gas elpiji.

Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Gas susah sekali didapat. Kalau pun ada, jumlahnya terbatas. Ini sangat menyulitkan kami untuk kebutuhan sehari-hari ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ronny Warbiung. Ia mengaku hingga saat ini masih kesulitan memperoleh gas untuk kebutuhan rumah tangganya. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

Kami berharap pasokan gas bisa segera stabil. Jangan sampai masyarakat terus mengalami kesulitan seperti ini,ungkapnya.

Sementara itu, warga lainnya, Mirko, menilai bahwa kelangkaan gas yang terjadi saat ini memang nyata dirasakan oleh masyarakat luas di Minahasa. Ia juga menyebut bahwa isu yang beredar di tengah masyarakat terkait terbatasnya distribusi gas bukanlah sekadar kabar, melainkan fakta di lapangan.

Memang benar kondisi ini terjadi. Hampir semua warga merasakan dampaknya. Kami berharap ada perhatian serius dari pihak terkait, katanya.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan distribusi gas elpiji di Kabupaten Minahasa, khususnya di wilayah Remboken. Ketersediaan gas yang lancar dinilai sangat penting untuk menunjang kebutuhan dasar rumah tangga dan menjaga keharmonisan keluarga.

Kelangkaan yang berkepanjangan dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi rumah tangga, tetapi juga dapat memicu konflik sosial yang lebih luas di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu solusi nyata agar distribusi gas kembali normal dan kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi dengan baik.(AS)

Komentar