manadosiana.net, MANADO – Hidup Valentino Ratulangi (35) mungkin terdengar seperti naskah sinetron yang mustahil. Namun, bagi pria asli Manado ini, setiap luka dan peluh yang ia teteskan selama delapan tahun di Amerika Serikat adalah nyata.
Valentino mengawali peruntungannya di California dengan bekerja apa saja. Postur tubuhnya yang tegap warisan dari mendiang ayahnya yang seorang kuli bangunan, ia manfaatkan untuk menjadi instruktur gym. Namun, demi menambah biaya hidup, ia juga merangkap sebagai handyman atau tukang serba bisa.
Suatu Sabtu, sebuah panggilan mendesak datang. Valentino diminta memperbaiki sistem kelistrikan pagar sebuah mansion di kawasan eksklusif. Tanpa tahu siapa pemiliknya, ia datang membawa kotak perkakas.
”Begitu sampai, gate-nya saja seperti pintu benteng. Saya baru sadar, ini rumah Kylie Jenner. Jujur, hati saya berdebar,” kenang Valentino dalam sebuah narasi yang viral di TikTok.
Namun, di tengah rasa gugupnya, ia mengingat pesan ibunya di kampung halaman: “Ton, di mana pun kau bekerja, anggap itu rumah sendiri. Kerjakan dengan baik.”
Saat Kylie Jenner melintas di hadapannya bersama putrinya, Valentino tetap tunduk dan fokus pada kabel-kabel yang ia perbaiki. Ia bekerja dengan tulus, tanpa sedikit pun berusaha mencari perhatian sang bintang dunia.
Menjadi ‘Batu Karang’ bagi Sang Diva
Dua minggu berselang, manajemen Kylie kembali menghubunginya. Kali ini bukan hanya soal kabel, tapi soal kepercayaan.
Kylie rupanya memperhatikan bagaimana Valentino bekerja, tenang, fokus, dan memiliki insting kewaspadaan yang tinggi.
”Mereka menawari saya posisi sebagai salah satu bodyguard pribadi. Kylie merasa nyaman dengan aura saya yang tidak ‘berisik’, kalem, tapi fisik sangat capable,” ujarnya.
Setelah melalui serangkaian tes fisik yang ketat, Valentino resmi menandatangani kontrak dengan gaji fantastis: USD 150.000 atau sekitar Rp 2,3 miliar per tahun. Angka yang sanggup mengubah nasib tujuh turunan.
Air Mata untuk Sang Ibu di Manado
Di balik setelan jas hitam dan tugasnya mengawal perjalanan mewah sang diva, hati Valentino tetaplah milik seorang ibu di Manado.
Baginya, momen paling emosional dalam hidupnya bukanlah saat memegang kontrak miliaran rupiah, melainkan saat melakukan panggilan telepon pertama ke rumah.
Selama ini, keluarganya hidup dalam keterbatasan. Untuk menerangi rumah saja, sang ibu harus menumpang aliran listrik dari tetangga karena tak mampu membayar pasang baru.
Waktu itu, kata dia kepada Mamanya, sekarang listrik di rumah bayar sendiri. Malah bisa pasang AC.”
Kalimat sederhana itu pecah menjadi isak tangis di ujung telepon.
“Saya dengar mama menangis. Itu yang bikin saya diam di kamar, pandang foto keluarga, dan berterima kasih pada Tuhan,” ungkapnya.
Kini, Valentino masih menjalankan perannya sebagai pengawal sekaligus orang kepercayaan Kylie Jenner. Kylie bahkan menyebutnya sebagai “batu karang” sosok yang memberikan rasa aman di tengah hiruk-pikuk Hollywood.
Kisah Valentino adalah pesan kuat bagi banyak orang: bahwa ketekunan, kejujuran, dan bakti kepada orang tua adalah kunci yang mampu membuka pintu-pintu kemustahilan. Dari Manado untuk dunia, Valentino membuktikan bahwa tak ada usaha yang mengkhianati hasil.







Komentar