manadosiana.net, MINAHASA – Isak tangis pecah di kediaman Florencia Lolita Wibisono di Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Gadis yang akrab disapa Olen ini merupakan salah satu korban dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kepergian anak bungsu dari enam bersaudara ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Kedua orang tua Olen tak kuasa menahan kesedihan saat berdiri di depan peti jenazah putri tercinta mereka.
Sosok Berprestasi dan ‘Anak Manis’
Di mata para tetangga, Olen dikenal sebagai pribadi yang santun dan berprestasi. Jejak pendidikannya pun tercatat baik di tanah kelahirannya, mulai dari SD GMIM 3 Taler, SMPN 1 Tondano, hingga lulus dari SMAN 1 Tondano.
”Dia anak yang manis sekali, anak baik, penurut, dan berprestasi. Kami tetangga merasa sangat terpukul dengan kepergiannya,” ujar salah satu tetangga yang hadir di rumah duka.
Rencananya, jenazah pramugari malang tersebut akan diantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya pada hari ini. Pihak keluarga telah menyiapkan prosesi pemakaman di lahan pekuburan keluarga Maramis-Pakasi yang berlokasi di Desa Ranomerut.
Kecelakaan yang menimpa pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan tersebut kini masih dalam penanganan pihak terkait, sementara duka di Tondano masih terus mengalir bagi sang pramugari yang dikenal ramah tersebut.







Komentar