BPJN Sulut Siagakan 5 Posko Mudik Lebaran 2026 dan Alat Berat

HEADLINE101 Dilihat

manadosiana.net, ​MANADO – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara mulai mematangkan persiapan arus mudik Lebaran 1447 H. Sebanyak lima posko utama disiagakan di titik-titik strategis untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para pemudik.

​Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sulawesi Utara, Ringgo Radetyo, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama adalah ruas jalan Manado-Tomohon yang dikenal rawan bencana.

​”Saat ini kita berada di lokasi Posko PPK 1.1 ruas jalan Manado-Tomohon. Ruas ini menjadi perhatian khusus karena tergolong rawan longsor dan pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem,” ujar Ringgo saat meninjau kesiapan jalur, Sabtu (14/3/2026).

​400 Lubang Jalan Sudah Ditambal
​Selain antisipasi bencana alam, BPJN Sulut juga terus memacu perbaikan infrastruktur jalan. Dari total 638 kilometer jalan nasional di bawah wewenang Satker PJN I, Ringgo menyebut pihaknya telah menutup ratusan lubang jalan.

​”Dari 638 kilometer, kami sudah menyelesaikan penambalan di lebih dari 400 titik lubang. Meski begitu, kami tetap melakukan penyisiran karena lubang baru sering muncul seiring berjalannya waktu,” tambahnya.

​Siagakan Alat Berat dan 57 Personel
​Guna mempercepat penanganan darurat di lapangan, BPJN Sulut telah menyiagakan total 18 unit alat berat yang tersebar di berbagai wilayah kerja. Khusus di posko Manado-Tomohon, terdapat tiga alat berat utama yakni:
​Loader
​Mini Excavator
​Dump Truck

​Tak hanya armada, sebanyak 57 personel juga disiagakan selama masa mudik dan balik, terhitung mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Mereka akan berjaga 24 jam untuk merespons gangguan lalu lintas maupun kondisi darurat.

​Imbauan untuk Pemudik
​Mengingat adanya peningkatan volume kendaraan menjelang Ramadan dan Lebaran, Ringgo meminta masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat melintasi jalur yang sedang dalam pengerjaan.

​”Kami mohon kehati-hatian dan ketertiban dalam berkendara. Cuaca saat ini cukup ekstrem dengan intensitas hujan tinggi. Kami juga memasang rambu-rambu di titik pekerjaan jalan agar pemudik tetap aman,” tutupnya.(*/Redaksi)