MINAHASA – Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Utara akhirnya angkat bicara mengenai insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kota Tomohon, diduga usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pihak BGN mengaku belum bisa memberikan penjelasan mendalam terkait penyebab pasti peristiwa tersebut.
Petugas BGN Sulut, Fahmi, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu data resmi sebelum memberikan pernyataan teknis kepada publik.
“Maaf, kalau soal itu (dugaan keracunan siswa di Tomohon) kami belum bisa beri tanggapan,” ujar Fahmi saat ditemui awak media di Manado, Selasa (27/1/2026).

Fahmi menegaskan, sikap hati-hati BGN ini diambil karena mereka belum mengantongi hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tomohon.
“Kami belum menerima hasil dari laboratorium dari Dinas Kesehatan Tomohon. Jadi kami belum bisa beri tanggapan atau komentar lebih soal ini,” tambahnya.
Peristiwa ini bermula pada Senin (26/1), ketika ratusan pelajar dari empat sekolah berbeda di Tomohon mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak lama berselang, para siswa mengeluhkan gejala serupa keracunan.
Hingga Selasa (27/1/2026) siang, situasi dilaporkan masih cukup serius,
Puluhan Siswa Dirawat: Sejumlah pelajar masih harus menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit di Tomohon.
Polres Tomohon bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Dinkes dan BPOM untuk mengambil sampel makanan serta sampel muntahan korban.
Seluruh sampel telah dikirim ke laboratorium forensik untuk diteliti lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga telah memanggil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk dimintai klarifikasi terkait standar operasional penyediaan makanan pada hari kejadian. Hingga saat ini, semua pihak masih menunggu hasil uji lab untuk menentukan apakah penyebab keracunan murni berasal dari makanan atau faktor lain.







Komentar