Aksi Kemanusiaan di Aceh Tamiang: Taruna Poltekpin Turun Tangan Benahi Fasilitas Publik

HEADLINE65 Dilihat

manadosiana.net, ACEH TAMIANG – Sisa-sisa material pascabencana yang sempat melumpuhkan aktivitas di beberapa titik Kabupaten Aceh Tamiang mulai dibersihkan. Tak sekadar menunggu bantuan, puluhan Taruna dari Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) mengambil peran garda depan dalam misi kemanusiaan untuk memulihkan fasilitas publik yang vital, mulai dari area lapas hingga sekolah dasar.

Sebelum menyisir titik-titik lokasi, para taruna mengikuti apel kesiapan di bawah pengawasan ketat. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan; medan yang terdampak bencana seringkali menyimpan risiko keselamatan. Dalam arahan tersebut, ditekankan bahwa efektivitas kerja harus sejalan dengan disiplin tinggi, mengingat cakupan area yang perlu dibenahi cukup luas.

Tiga Titik Fokus,mulai dari hunian WBP hingga Sekolah Dasar
Misi pembersihan kali ini dipusatkan pada tiga area strategis yang memiliki urgensi tinggi bagi masyarakat dan instansi diantaranya,Lapas Kelas IIB Kuala Simpang: Fokus utama terletak pada sanitasi blok hunian warga binaan dan sterilisasi klinik kesehatan. Langkah yang diambil tersebut untuk mencegah timbulnya penyakit pascabencana di lingkungan yang padat penghuni.

Para taruna juga membantu membenahi rumah dinas staf agar roda organisasi Kemenkumham di wilayah tersebut bisa segera pulih dan beroperasi normal.Selain itu, sektor pendidikan tak luput dari perhatian. Saluran air yang mampet dan halaman sekolah yang kotor dibersihkan secara gotong royong agar anak-anak bisa segera kembali belajar dengan nyaman dan aman.

Kehadiran Taruna Poltekpin di tengah masyarakat Aceh Tamiang bukan hanya soal mengangkat cangkul atau membersihkan lumpur. Aksi ini merupakan bentuk nyata dari penanaman karakter bagi calon pelayan publik.

“Ini adalah latihan empati. Kami ingin para taruna tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi saat masyarakat membutuhkan,” ungkap salah satu koordinator lapangan di lokasi.

“Dengan sinergi ini, diharapkan pemulihan infrastruktur di Aceh Tamiang bisa berjalan lebih cepat, sehingga aktivitas ekonomi dan pendidikan warga kembali berdenyut seperti sedia kal,” katanya lagi.

Komentar