Akses Jalan Proyek di Desa Tampusu Dinilai Jorok dan Membahayakan Pengguna Jalan, Camat Remboken Angkat Bicara

Pemerintah Kabupaten Minahasa

MINAHASA RAYA204 Dilihat

Minahasa, ManadoSiana — Kondisi akses jalan di kawasan proyek pembangunan yang berada di Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, kini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Jalan yang dipenuhi lumpur, material proyek berserakan, serta kondisi ruas jalan yang mulai mengalami kerusakan parah dinilai sangat mengganggu aktivitas warga bahkan membahayakan para pengguna jalan.

Keluhan masyarakat terus bermunculan seiring meningkatnya aktivitas proyek di lokasi tersebut. Warga menilai pihak pelaksana proyek kurang memperhatikan kebersihan dan keamanan area kerja, terutama pada akses jalan utama yang setiap hari dilalui masyarakat.

Camat Remboken, Egthmi Moniung, saat dimintai keterangan pada Senin (18/05/2026),

mengungkapkan bahwa persoalan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali dibahas bersama pihak pelaksana proyek. Bahkan pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa sebelumnya telah mengingatkan agar pihak proyek lebih serius memperhatikan kebersihan serta keselamatan di area pekerjaan.

Menurut Camat Egthmi Moniung, kondisi jalan yang semakin jorok dan rusak tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat berdampak langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Kami berharap ini benar-benar diperhatikan. Sebelumnya sudah pernah dibicarakan bersama pelaksana proyek terkait kebersihan jalan dan safety area di sekitar lokasi pekerjaan. Saat ini kondisi jalan mulai rusak parah dan sangat mengganggu masyarakat ujar Moniung.

Ia juga menegaskan bahwa Desa Tampusu dalam waktu dekat akan menghadapi lomba desa sehingga persoalan kebersihan lingkungan menjadi perhatian penting pemerintah setempat.

Apalagi sebentar lagi akan ada lomba desa. Aktivitas masyarakat di sekitar proyek juga sangat padat, jadi pelaksanaan kebersihan dan pengamanan area proyek harus benar-benar diperhatikan tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Arnold Ponamon, yang sebelumnya menjabat sebagai Hukum Tua Desa Tampusu. Ia mengaku persoalan tersebut sudah berulang kali disampaikan kepada pihak pelaksana proyek, namun hingga kini belum ada tindakan nyata di lapangan.

Sudah berkali-kali disampaikan. Mereka hanya mengatakan akan dibersihkan, tetapi sampai sekarang belum ada pelaksanaan yang jelas ungkap Ponamon.

Sejumlah warga sekitar juga mengaku resah dengan kondisi jalan yang semakin buruk. Selain licin dan kotor akibat aktivitas kendaraan proyek, kerusakan jalan mulai terlihat di beberapa titik dan dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan.

Masyarakat berharap pihak pelaksana proyek segera turun tangan melakukan pembersihan dan perbaikan akses jalan sebelum kondisi semakin parah dan memakan korban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penanggung jawab kebersihan maupun safety area proyek pembangunan di Desa Tampusu terkait keluhan masyarakat tersebut.(AS)