Arthur Supit Desa Kaima Jadi Tuan Rumah Rakor Kecamatan Remboken 2026, Perkuat Sinergi Antar Desa dan Instansi

Pemerintah Kabupaten Minahasa

MINAHASA RAYA171 Dilihat

Minahasa, ManadoSiana – Pemerintah Kecamatan Remboken menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Kecamatan Remboken Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Desa Kaima, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Remboken, Egthmi Moniung, dan dihadiri para hukum tua dari 11 desa se-Kecamatan Remboken, unsur Forkopimka, TNI-Polri, kepala puskesmas, Tim Penggerak PKK, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Hukum Tua Desa Kaima, Arthur Supit, bertindak sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakor. Dalam sambutannya, Arthur Supit menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir mengikuti rapat koordinasi tersebut.

Ia mengatakan bahwa Rakor menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh stakeholder yang terlibat dalam pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Sebagai tuan rumah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir. Dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan berbagai perkembangan yang ada di Desa Kaima, termasuk pelaksanaan program pemerintah seperti penyaluran bantuan beras Bulog dan berbagai kegiatan lainnya yang sedang berjalan di desa,” ujar Arthur Supit.

Sementara itu, Camat Remboken Egthmi Moniung menegaskan bahwa pelaksanaan Rakor memiliki tujuan yang sangat penting, yakni memperkuat sinergitas antarinstansi sekaligus mengevaluasi program-program pemerintah yang telah dilaksanakan pada bulan sebelumnya.

Menurut Moniung, koordinasi yang baik menjadi kunci utama dalam keberhasilan pelaksanaan program pemerintah, baik di tingkat kecamatan maupun desa.

“Rapat koordinasi ini dihadiri oleh seluruh hukum tua dari 11 desa yang ada di Kecamatan Remboken. Tujuannya adalah untuk menyatukan langkah, memperkuat koordinasi, serta membahas berbagai program pemerintah yang sedang dan akan dilaksanakan,” jelas Moniung.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pihak, termasuk instansi statistik dan petugas sensus ekonomi, dalam memberikan pemahaman kepada pemerintah desa terkait pendataan yang akurat dan tepat sasaran.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah hal yang perlu disosialisasikan secara lebih luas agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaan pendataan maupun program-program pembangunan lainnya.

“Kita perlu menghadirkan berbagai pihak terkait, termasuk dari statistik, agar dapat memberikan pencerahan dan pemahaman kepada pemerintah desa. Dengan demikian, proses pendataan dan pelaksanaan program pemerintah dapat berjalan dengan baik sesuai harapan,” katanya.

Lebih lanjut, Camat Remboken menekankan bahwa seluruh elemen pemerintah memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyukseskan program-program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat.

Ia mengajak seluruh pemerintah desa, instansi vertikal, serta organisasi kemasyarakatan untuk terus membangun koordinasi yang intensif sehingga setiap program dapat tersosialisasi dengan baik hingga ke tingkat masyarakat.

“Melalui Rakor ini kita mengevaluasi program yang telah berjalan, sekaligus membahas solusi dan strategi untuk menghadapi berbagai tantangan sosial kemasyarakatan di Kecamatan Remboken. Kita harus terus bersinergi agar seluruh program pemerintah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Moniung juga mengusulkan agar pada pertemuan-pertemuan berikutnya turut melibatkan para tokoh masyarakat dan tokoh agama guna memperkuat sosialisasi berbagai kebijakan pemerintah.

Menurutnya, dukungan para pemimpin agama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam membantu menyampaikan informasi kepada warga sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Remboken, Ferdinand Tumiwa, menyampaikan materi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kecamatan Remboken.

Kapolsek mengungkapkan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian bersama, di antaranya terkait penerangan jalan yang masih kurang di beberapa titik serta sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi keamanan masyarakat.

“Terkait situasi Kamtibmas, masih terdapat beberapa kendala yang perlu menjadi perhatian bersama, termasuk kurangnya penerangan jalan di beberapa lokasi. Oleh karena itu, perlu dicari solusi bersama agar keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga,” ujar Ferdinand Tumiwa.

Selain itu, perwakilan Koramil Remboken juga menyampaikan berbagai program yang berkaitan dengan ketahanan pangan serta percepatan pembentukan dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang menjadi salah satu program strategis pemerintah.

Dalam pemaparannya, pihak Koramil menegaskan komitmen TNI untuk terus mendukung berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Remboken.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Remboken Egthmi Moniung, Hukum Tua Desa Kaima Arthur Supit, para hukum tua dari 11 desa se-Kecamatan Remboken, anggota Koramil/Babinsa Koramil 1302-04 Remboken Adrianto Abdari bersama anggota TNI Erwin, Kapolsek Remboken Ferdinand Tumiwa, Kepala Puskesmas, Tim Penggerak PKK, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Kegiatan rapat koordinasi berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan dialog konstruktif. Berbagai masukan, saran, serta solusi terhadap sejumlah persoalan yang dihadapi di tingkat desa dan kecamatan turut dibahas dalam forum tersebut.

Seluruh rangkaian kegiatan Rakor Kecamatan Remboken Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Kaima berakhir dalam keadaan aman, lancar, tertib, dan terkendali.(Andreano)

Komentar