Minahasa, ManadoSiana – Kepala Sekolah Rakyat SRMA 44 Minahasa, Dr. Jefta Johannes Makikui, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa tingkat disiplin di lingkungan Sekolah Rakyat SRMA 44 Minahasa saat ini semakin tertib dan teratur, baik dalam proses pembelajaran, pola makan, maupun sistem keamanan sekolah.
Ia menyampaikan bahwa seluruh aktivitas di sekolah telah diatur dengan baik dan dilaksanakan sesuai tata tertib yang berlaku.

Disiplin di Sekolah Rakyat SRMA 44 Minahasa sudah mulai tertib dan berjalan dengan baik. Kami terus membenahi sistem, baik dalam pembelajaran, pola makan, maupun pengawasan siswa,ujarnya.
Menurutnya, aspek keamanan menjadi perhatian serius pihak sekolah. Untuk menjaga ketertiban dan keselamatan siswa-siswi, pihak sekolah telah mempercayakan petugas sekuriti yang berjaga secara ketat dan aktif memantau seluruh aktivitas di lingkungan sekolah.
Tak hanya itu, pendampingan juga datang dari pihak TNI melalui Kodim 1302/Minahasa yang secara rutin memberikan pelatihan setiap sore hari. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pembinaan kedisiplinan serta paparan wawasan kebangsaan.
Setiap sore ada pelatihan dan pembinaan disiplin dari TNI. Ini sangat membantu dalam membentuk karakter dan kedisiplinan siswa. Bahkan saat jam makan pun ada pendampingan agar semua berjalan tertib, jelasnya.
SRMA 44 Minahasa sendiri disebut sebagai satu-satunya Sekolah Rakyat di Sulawesi Utara yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan yang lebih merata serta pembinaan karakter bagi generasi muda.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kepala Sekolah menjelaskan bahwa untuk sementara penyediaan makanan masih dikelola oleh pihak vendor. Hal ini dikarenakan fasilitas dapur di lingkungan sekolah belum memadai untuk proses memasak secara mandiri.

Untuk makanan bergizi saat ini masih dari vendor yang mengelola, karena kondisi ruangan sekolah belum layak untuk digunakan sebagai dapur. Kami menunggu kesiapan fasilitas agar ke depan bisa dikelola lebih maksimal, ungkapnya.
Dalam hal kedisiplinan guru, pihak sekolah menerapkan sistem pengawasan berlapis. Selain absensi digital dari kementerian pusat, sekolah juga menerapkan absensi manual yang diisi langsung oleh para guru.
Kami tetap melaksanakan absensi manual di atas kertas agar pihak sekolah dapat memantau langsung kehadiran guru setiap hari. Jadi bukan hanya dari sistem digital kementerian, tetapi juga ada kontrol internal sekolah. Data ini juga bisa diketahui oleh pihak terkait seperti BKN dan kementerian lainnya, tegasnya.
Sementara itu, terkait kelengkapan seragam siswa, pihak sekolah memastikan bahwa setiap siswa telah menerima tujuh pasang seragam yang digunakan secara bergantian setiap hari sesuai jadwal.
Tak hanya fokus pada siswa, perhatian juga diberikan kepada orang tua. Dalam waktu dekat, akan ada program renovasi rumah bagi orang tua siswa yang memenuhi kriteria, khususnya yang memiliki tanah milik sendiri dan kondisi rumah yang layak dibantu.
Selain itu, orang tua siswa juga akan mendapatkan pelatihan usaha guna meningkatkan perekonomian keluarga. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
Kami tidak hanya mendidik anak-anak, tetapi juga ingin membantu orang tua agar ekonominya meningkat. Nantinya akan ada pelatihan usaha bagi orang tua siswa, pungkas Kepala Sekolah.
Dengan berbagai pembenahan yang terus dilakukan, SRMA 44 Minahasa di bawah kepemimpinan Dr. Jefta Johannes Makikui optimistis dapat menjadi contoh pelaksanaan Sekolah Rakyat yang disiplin, tertib, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan serta kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara.(Andreano)







Komentar